MEDIALAMPUNG.CO.ID - Mesir Kuno merupakan salah satu peradaban tertua di dunia yang meninggalkan banyak warisan arsitektur monumental.
Selain piramida dan kuil megah, terdapat satu bentuk bangunan yang sangat khas dan sarat makna, yaitu tugu obelisk.
Tugu batu yang menjulang tinggi ini bukan sekadar karya seni, melainkan simbol penting yang mencerminkan pandangan hidup, kepercayaan religius, serta kekuasaan politik masyarakat Mesir Kuno.
BACA JUGA:Sekolah Siger Belum Berizin, Berikut Penjelasan PLT Kadisdikbud Bandar Lampung
Bentuk dan Karakteristik Obelisk
Obelisk memiliki bentuk yang mudah dikenali, yaitu tiang batu tinggi dengan empat sisi datar dan ujung runcing berbentuk piramida kecil. Seluruh bagian obelisk umumnya dibuat dari satu batu utuh tanpa sambungan.
Bahan yang paling sering digunakan adalah granit merah dari wilayah Aswan, yang terkenal sangat keras dan tahan lama.
Pada permukaan obelisk biasanya terdapat pahatan tulisan hieroglif. Tulisan tersebut berisi nama firaun, doa kepada para dewa, serta catatan peristiwa penting.
Karena itulah, obelisk juga berfungsi sebagai media penyampai pesan yang bersifat religius sekaligus politis.
BACA JUGA:Digugat soal Ahli Waris, Sule Tantang Teddy Pardiyana Bertanggung Jawab: Kerja!
Makna Filosofis dan Keagamaan
Dalam kepercayaan Mesir Kuno, obelisk memiliki hubungan yang sangat erat dengan matahari. Bangunan ini dianggap sebagai perwujudan sinar matahari yang membatu dan memancar ke langit. Ujung obelisk melambangkan titik tempat cahaya ilahi turun ke bumi.
Obelisk juga berkaitan dengan konsep penciptaan alam semesta. Menurut mitologi Mesir, dunia bermula dari sebuah gundukan suci yang muncul dari lautan purba.
Gundukan inilah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk obelisk. Oleh sebab itu, obelisk dipandang sebagai simbol kehidupan, kelahiran kembali, dan keabadian.