Motorik kasar dan motorik halus berkembang secara bertahap dan saling mendukung satu sama lain. Kekuatan otot dan kestabilan postur tubuh yang diperoleh dari motorik kasar menjadi dasar penting bagi penguasaan keterampilan motorik halus.
Sebaliknya, koordinasi tangan dan mata yang baik akan membantu anak lebih terampil dalam melakukan aktivitas fisik maupun kegiatan kreatif.
Keseimbangan stimulasi kedua aspek ini akan membantu anak berkembang secara optimal, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional.
Stimulasi Motorik yang Tepat Sejak Usia Dini
Peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam memberikan stimulasi motorik yang sesuai usia dan dilakukan dengan cara menyenangkan. Aktivitas seperti bermain di luar ruangan, bersepeda, menari, dan permainan aktif sangat efektif untuk mengembangkan motorik kasar.
Sementara itu, kegiatan mewarnai, menggunting, meronce, menyusun puzzle, serta bermain peran dapat melatih motorik halus.
Lingkungan yang aman, dukungan emosional, dan kebebasan bereksplorasi tanpa tekanan akan membantu anak belajar melalui pengalaman langsung.
Mengenali Tanda-Tanda Keterlambatan Motorik
Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda.
Namun, orang tua perlu lebih waspada apabila anak menunjukkan kesulitan yang signifikan dalam menguasai keterampilan motorik tertentu dibandingkan anak seusianya.
Pemantauan rutin, stimulasi dini, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli tumbuh kembang sangat penting untuk mencegah dampak lanjutan pada aspek perkembangan lainnya.(*)