Manfaat Motorik Kasar bagi Kesehatan dan Sosial Anak
Perkembangan motorik kasar yang baik berkontribusi langsung terhadap kesehatan fisik anak, termasuk kekuatan otot, kelenturan, keseimbangan, dan daya tahan tubuh. Anak yang aktif bergerak cenderung memiliki kondisi fisik yang lebih bugar dan risiko obesitas yang lebih rendah.
Selain manfaat fisik, aktivitas motorik kasar juga mendorong interaksi sosial. Anak belajar bekerja sama, menunggu giliran, serta memahami aturan saat bermain dengan teman sebaya.
Hal ini turut mendukung perkembangan emosional dan kemampuan regulasi emosi anak dalam berbagai situasi.
BACA JUGA:Pemprov Lampung Susun Pergub Larangan Jual Ayam Hidup ke Luar Daerah
Motorik Halus dan Keterampilan Detail Anak
Motorik halus berkaitan dengan kemampuan mengendalikan otot-otot kecil, terutama pada jari tangan, telapak tangan, dan pergelangan. Kemampuan ini membutuhkan koordinasi yang presisi antara mata dan tangan, serta konsentrasi yang baik.
Keterampilan motorik halus mencakup aktivitas seperti memegang pensil, menggambar, menulis, menyusun benda kecil, mengancingkan pakaian, menggunakan alat makan, dan melakukan kegiatan seni.
Penguasaan motorik halus menjadi dasar penting bagi kemandirian anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:Tari Gandai Khas Bengkulu: Kisah Cinta Sejoli Bumi dan Langit
Kaitan Motorik Halus dengan Perkembangan Kognitif dan Akademik
Perkembangan motorik halus memiliki hubungan erat dengan perkembangan kognitif anak. Saat anak melatih gerakan jari dan tangan, otak juga bekerja untuk mengatur fokus, daya ingat, serta kemampuan memecahkan masalah.
Kemampuan ini sangat berperan dalam kesiapan belajar, khususnya dalam aktivitas akademik seperti menulis, membaca, dan menggambar.
Anak dengan motorik halus yang baik umumnya lebih mudah mengikuti kegiatan belajar di sekolah dan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi.
BACA JUGA:Denada Menolak Gugatan Ganti Rugi Rp7 Miliar dari Ressa Rizky Rossano
Sinergi Motorik Kasar dan Halus dalam Tumbuh Kembang Anak