Rengginang Madura: Camilan Tradisional Gurih yang Sarat Nilai Budaya
Rengginang Madura merupakan salah satu camilan tradisional khas Pulau Madura yang telah diwariskan secara turun-temurun-Foto Freepik.com-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Rengginang Madura merupakan salah satu camilan tradisional khas Pulau Madura yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Makanan ini dikenal luas karena teksturnya yang renyah, cita rasanya yang gurih, serta aroma khas yang muncul dari proses pengolahan tradisional.
Berbeda dengan rengginang dari daerah lain, rengginang Madura memiliki karakter rasa yang lebih kuat dan tampilan yang cenderung sederhana namun menggugah selera.
BACA JUGA:Wagub Lampung Serahkan Donasi Rp500 Juta untuk Korban Bencana di Aceh
Asal-usul dan Nilai Tradisional
Rengginang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Madura, khususnya di pedesaan. Dahulu, rengginang dibuat sebagai cara untuk memanfaatkan nasi sisa agar tidak terbuang.
Seiring waktu, proses pembuatannya berkembang dan kini menggunakan beras ketan sebagai bahan utama agar menghasilkan tekstur yang lebih pulen dan rasa yang lebih gurih.
Di Madura, rengginang tidak hanya dipandang sebagai makanan ringan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya.
Rengginang sering disajikan saat hari raya, acara selamatan, hajatan, hingga menjadi buah tangan khas ketika berkunjung ke rumah kerabat. Kehadirannya melambangkan kesederhanaan, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat Madura.
BACA JUGA:Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas Ditangani Serius, Gubernur Libatkan Warga Desa Penyangga
Bahan Utama dan Ciri Khas
Ciri utama rengginang Madura terletak pada penggunaan bahan-bahan alami dan bumbu sederhana.
Beras ketan putih menjadi bahan dasar, kemudian dibumbui dengan bawang putih, garam, dan terkadang terasi atau ebi untuk memberikan aroma khas. Beberapa daerah di Madura juga menambahkan sedikit gula atau santan agar rasa lebih seimbang dan gurih.
Bentuk rengginang Madura umumnya bulat pipih dengan ukuran sedang. Tidak terlalu tebal, namun cukup padat sehingga menghasilkan bunyi “kress” yang khas saat digigit. Warna rengginang cenderung putih kekuningan sebelum digoreng, lalu berubah menjadi keemasan setelah matang..
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
