Proses Pengolahan yang Teliti
Pembuatan keripik paru memerlukan ketelitian dan kesabaran. Paru yang telah direbus dan ditiriskan diiris tipis agar mudah kering dan menghasilkan kerenyahan maksimal.
Proses penggorengan dilakukan menggunakan minyak yang cukup banyak dengan api kecil hingga sedang supaya paru matang merata tanpa gosong.
Seiring berkurangnya kadar air, paru akan mengembang dan menjadi ringan. Beberapa produsen rumahan bahkan menambahkan proses pengeringan sebelum penggorengan untuk menghasilkan keripik paru yang lebih awet dan tidak mudah melempem. Teknik ini menjadi salah satu kunci kualitas keripik paru yang baik.
BACA JUGA:Polresta Bandar Lampung Lakukan Pemeriksaan Armada Dinas untuk Dukung Kesiapan Tugas Personel
Ragam Variasi Rasa Keripik Paru
Mengikuti perkembangan selera konsumen, keripik paru kini hadir dalam beragam varian rasa.
Selain rasa original yang gurih, tersedia pula pilihan pedas, balado, hingga bumbu manis-gurih.
Inovasi rasa ini membuat keripik paru semakin diminati, terutama oleh generasi muda yang menyukai camilan dengan cita rasa kuat dan berani.
BACA JUGA:Bandar Lampung Ukir Prestasiasional, Kelurahan Berprestasi Raih Apresiasi Kemendagri
Nilai Gizi dan Pola Konsumsi
Keripik paru mengandung protein hewani yang cukup tinggi karena berbahan dasar paru sapi.
Meski demikian, karena melalui proses penggorengan, camilan ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Keripik paru lebih ideal dijadikan pelengkap atau camilan sesekali dibandingkan sebagai makanan utama sehari-hari.
BACA JUGA:Rahasia Kulit Awet Muda dari Kolagen Alami Rebusan Ayam Kampung
Keripik Paru sebagai Oleh-Oleh dan Peluang Usaha