Gerakan Tari yang Dinamis dan Penuh Energi
Gerakan Tari Jaran Kepang bersifat ritmis, cepat, dan berulang, menirukan gerak kuda yang sedang berjalan, berlari, hingga meringkik.
Penari menghentakkan kaki dengan kuat, tubuh condong ke depan, serta tangan memegang kuda tiruan seolah menunggangi kuda sungguhan.
Gerakan-gerakan ini melambangkan ketangkasan prajurit, kesiapan menghadapi musuh, serta kekuatan fisik dan mental. Dalam pertunjukan kelompok, keserempakan gerak mencerminkan kekompakan dan kerja sama yang kuat di antara para penari.
BACA JUGA:Wisata Pantai Ramai, Arus Lalu Lintas Jalinbar Pesisir Barat Tetap Lancar
Iringan Musik Tradisional
Pertunjukan Tari Jaran Kepang diiringi oleh musik gamelan Jawa seperti kendang, gong, kenong, dan angklung. Irama musik biasanya dimulai dengan tempo lambat, kemudian meningkat menjadi cepat dan menghentak seiring naiknya energi tarian.
Kendang berperan sebagai pengatur tempo utama, sementara bunyi gong menjadi penanda pergantian adegan.
Perpaduan musik dan tarian menciptakan suasana magis yang mampu membawa penari dan penonton larut dalam pertunjukan.
BACA JUGA:Gua Lascaux Prancis, Mahakarya Seni Prasejarah Dunia
Fenomena Trance atau Kesurupan
Keunikan Tari Jaran Kepang juga terletak pada munculnya fenomena trance atau kesurupan. Dalam kondisi ini, beberapa penari diyakini kehilangan kesadaran dan berada di bawah pengaruh kekuatan spiritual tertentu.
Saat mengalami trance, penari kerap menunjukkan perilaku di luar batas kemampuan normal manusia.
Fenomena ini dikendalikan oleh seorang pawang atau tokoh spiritual yang bertugas menjaga keselamatan penari dan memulihkan kesadaran mereka setelah pertunjukan melalui doa serta ritual khusus.
BACA JUGA:Agus Djumadi Dorong Bandar Lampung Jadi Kota Modern Religius 2026
Makna Filosofis Tari Jaran Kepang