Ratusan Rumah di Lampung Utara Terdampak Banjir, Warga Harap Solusi dari Pemda

Ratusan Rumah di Lampung Utara Terdampak Banjir, Warga Harap Solusi dari Pemda

Banjir akibat luapan sungai merendam ratusan rumah di Lampung Utara-Foto Dok-

LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Hujan yang mengguyur wilayah Lampung Utara selama dua hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan akibat luapan sungai. 

Ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 40 sentimeter hingga 90 sentimeter.

Selain merendam permukiman, banjir juga melumpuhkan aktivitas warga. Hingga kini, pendirian tenda pengungsian masih minim, begitu pula bantuan dari pemerintah daerah yang dinilai belum maksimal.

Genangan air paling parah terjadi di Kelurahan Pasar Kotabumi dan Kelurahan Kota Alam. Curah hujan berintensitas tinggi membuat ketinggian air di kawasan tersebut mencapai sekitar 2,5 meter. 

BACA JUGA:Minim Ruang Positif, DPRD Soroti Tantangan Anak Muda di Bandar Lampung

Kondisi ini memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah mereka karena banjir datang secara perlahan namun terus meningkat.

Berdasarkan data yang diterima redaksi Medialampung.co.id, tercatat sebanyak 300 rumah di berbagai wilayah Kecamatan Lampung Utara terdampak banjir. Rinciannya sebagai berikut:

  • Kelurahan Kotalama: 160 rumah
  • Kelurahan Tanjung Harapan: 20 rumah
  • Kelurahan Kotabumi Pasar: 53 rumah
  • Kelurahan Kotabumi Udik: 79 rumah
  • Kelurahan Sindang Sari: 41 rumah
  • Kelurahan Sribasuki: 33 rumah
  • Kelurahan Cempedak: 29 rumah
  • Kelurahan Kotabumi Ilir: 23 rumah
  • Desa Sumber Arum: 3 rumah

Sementara itu, Dedi, Ketua RT 5 Lingkungan 3 Kelurahan Kota Alam, berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang hampir setiap tahun melanda wilayah tersebut.

BACA JUGA:Danau Anggi, Legenda Cinta Abadi di Jantung Pegunungan Arfak

Ia juga meminta agar pemerintah segera mendirikan tenda pengungsian, mengingat banyak warga yang rumahnya terdampak terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

“Warga berharap ada solusi nyata. Bukan hanya meninjau lokasi, tapi juga ada penanganan langsung seperti pendirian tenda dan bantuan untuk korban banjir,” ujar Dedi, Senin (2 Februari 2026).

Menurutnya, petugas terkait seperti camat dan lurah setempat memang telah turun ke lokasi, namun hingga saat ini belum terlihat adanya langkah penanganan konkret di kawasan terdampak banjir.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: