Di balik pertunjukan yang atraktif, Tari Jaran Kepang mengandung makna filosofis yang mendalam.
Tarian ini mengajarkan nilai keberanian dalam menghadapi tantangan hidup, pentingnya disiplin dan kerja sama, serta pengendalian diri demi menjaga keseimbangan antara raga dan jiwa.
Selain itu, tarian ini mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dunia spiritual yang menjadi bagian penting dalam kepercayaan masyarakat Jawa tradisional.
BACA JUGA:Refleksi Akhir Tahun, Eva Dwiana Optimistis Bandar Lampung Melaju Lebih Baik di 2026
Perkembangan dan Pelestarian
Saat ini, Tari Jaran Kepang tidak hanya ditampilkan dalam ritual adat atau pertunjukan rakyat, tetapi juga hadir dalam festival budaya, penyambutan tamu, hingga panggung seni modern. Meski beberapa unsur mistis mulai dikurangi demi keamanan, esensi budaya dan nilai tradisionalnya tetap dipertahankan.
Upaya pelestarian dilakukan melalui sanggar seni, pendidikan budaya di sekolah, serta berbagai festival daerah. Dengan langkah tersebut, Tari Jaran Kepang diharapkan terus hidup dan dikenal generasi muda sebagai warisan budaya yang membanggakan.
Tari Jaran Kepang dari Ponorogo bukan sekadar tarian rakyat biasa, melainkan simbol keberanian, sejarah, dan kekuatan spiritual masyarakat Jawa yang patut dijaga dan dilestarikan. (*)