Keluhan Jalan Rusak Berujung RDP, Komisi II DPRD Minta PUPR Perketat Rekanan dan Perbaikan Total

Keluhan Jalan Rusak Berujung RDP, Komisi II DPRD Minta PUPR Perketat Rekanan dan Perbaikan Total

PUPR Lampung Barat dipanggil DPRD terkait keluhan masyarakat soal mutu proyek jalan-Foto Dok-

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Keluhan masyarakat terkait kerusakan sejumlah proyek rehabilitasi jalan di Kabupaten Lampung Barat resmi bergulir ke meja Komisi II DPRD setempat. 

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di ruang Komisi II DPRD Lampung Barat, Senin (2 Januari 2026).

DPRD memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempertanggungjawabkan kualitas pekerjaan yang dinilai belum lama rampung namun sudah mengalami kerusakan.

RDP dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Lampung Barat Bambang Dwi Saputra, S.H., didampingi Wakil Ketua Hi. Harun Roni, S.Pd., Sekretaris Dina Riyanti, A.Md Keb., serta anggota Sri Nurwijayanti, S.S., Hi. Juhartono, S.Sos., Hi. Untung, S.Pd., Mistiana, dan Herpin. Turut hadir Kepala Dinas PUPR Mia Miranda S.T, beserta jajaran.

BACA JUGA:KUR BRI 2026 Dorong UMKM Naik Kelas dengan Pinjaman Hingga Rp500 Juta

Bambang Dwi Saputra menegaskan bahwa laporan masyarakat tidak bisa dipandang sepele karena menyangkut kualitas pembangunan yang dibiayai uang negara. 

Ia memastikan seluruh titik pekerjaan yang dilaporkan akan diperbaiki secara maksimal oleh pihak rekanan.

“Jawaban dari Dinas PUPR jelas, ini masih menjadi tanggung jawab rekanan. Mereka menyatakan siap memperbaiki secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam,” tegas Bambang.

Ia juga mengingatkan Dinas PUPR agar lebih selektif dalam menentukan pihak ketiga pelaksana proyek. 

BACA JUGA:Mengenal Merek Insulin yang Efektif Mengontrol Gula Darah pada Penderita Diabetes

Menurutnya, kualitas pekerjaan harus menjadi pertimbangan utama, bukan sekadar kejar serapan anggaran.

“Kalau rekanan tidak bertanggung jawab dan mengabaikan kualitas, jangan dipakai lagi. Ini uang rakyat, bukan proyek coba-coba,” ujarnya.

Selain soal rekanan, Bambang menyoroti pola pelaksanaan proyek yang kerap dipaksakan di musim hujan. Ia menilai kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan konstruksi.

“Kalau memang musim hujan, jangan dipaksakan. Terlihat seperti terburu-buru. Ini yang akhirnya berdampak pada mutu bangunan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: