Cita Rasa dan Variasi
Getuk Kethek memiliki rasa yang manis legit dengan sentuhan gurih kelapa. Teksturnya lembut namun padat, menjadikannya cocok sebagai camilan pengganjal perut.
Kini, seiring perkembangan zaman, tersedia berbagai varian rasa seperti pandan, cokelat, keju, dan durian yang menambah daya tarik generasi muda terhadap jajanan tradisional ini.
Selain dijual di pasar tradisional, Getuk Kethek kini juga diproduksi dalam bentuk kemasan oleh-oleh modern, sehingga mudah dibawa wisatawan sebagai buah tangan khas Magelang.
BACA JUGA:Bedanya Sate Bumbon dengan Sate Lain, Ini Keunikannya
Makna Budaya dan Daya Tarik Wisata
Getuk Kethek bukan sekadar makanan, melainkan juga bagian dari identitas kuliner Magelang. Banyak wisatawan yang datang ke daerah ini sengaja mampir ke gerai atau pusat produksi Getuk Kethek untuk menyaksikan langsung proses pembuatannya.
Dengan pengemasan yang khas dan logo monyet yang lucu, Getuk Kethek menjadi ikon kuliner yang membawa nilai budaya lokal ke ranah nasional.
Melalui kuliner ini, masyarakat Magelang berhasil mempertahankan warisan leluhur sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai tradisionalnya.
BACA JUGA:Pindang Serani, Sup Ikan Bening Khas Jepara yang Menyegarkan
Getuk Kethek adalah contoh nyata bagaimana makanan tradisional bisa bertahan dan berkembang di tengah gempuran kuliner modern.
Dengan cita rasa sederhana namun otentik, nama unik, dan kisah di baliknya, camilan ini menjadi simbol kreativitas masyarakat Magelang dalam melestarikan kuliner warisan Jawa Tengah.