Pe Sapean, Jajanan Unik Khas Bangkalan yang Nyaris Tinggal Kenangan
Jajanan khas Bangkalan ini populer pada era 1970-an dan kini sulit ditemukan-Foto TikTok/mahmudahst-
MEDIALAMPUNG.CO.ID — Bagi masyarakat Bangkalan di Pulau Madura, Pe Sapean bukan sekadar jajanan pengganjal lapar.
Kudapan tradisional ini telah lama melekat dalam ingatan kolektif warga, khususnya mereka yang tumbuh pada era 1970-an.
Dengan bentuk unik menyerupai Sapi Kerap lengkap dengan kelelesnya, Pe Sapean menjadi representasi kuat kedekatan masyarakat Madura dengan tradisi agraris serta simbol budaya yang diwariskan lintas generasi.
Keberadaan Pe Sapean bukan hanya soal rasa, melainkan juga tentang identitas. Jajanan ini merefleksikan nilai budaya, estetika, dan filosofi hidup masyarakat Madura yang menjunjung tinggi simbol sapi sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
BACA JUGA:KUR BRI 2026 Jadi Sorotan UMKM, Ini Gambaran Syarat dan Ketentuan Terbarunya
Makna Budaya di Balik Bentuk Pe Sapean
Pe Sapean dikenal sebagai jajanan tradisional khas Bangkalan yang dibuat dari bahan-bahan sederhana, namun memiliki tampilan yang mencolok dan sarat makna. Bentuknya yang menyerupai sapi bukanlah kebetulan.
Dalam budaya Madura, sapi merupakan simbol kekuatan, ketekunan, dan sumber penghidupan, sehingga kehadirannya dalam wujud jajanan memiliki nilai filosofis tersendiri.
Karena itulah, Pe Sapean tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan, tetapi juga dinikmati secara visual. Pada masanya, anak-anak Bangkalan sangat menyukai jajanan ini bukan hanya karena rasanya, melainkan karena bentuknya yang unik dan berbeda dari jajanan lainnya.
BACA JUGA:Minuman Pembersih Usus Alami, Cara Aman Menjaga Kesehatan Pencernaan dari Dalam
Popularitas Pe Sapean di Era 1970-an
Pada dekade 1970-an, Pe Sapean termasuk jajanan yang mudah ditemui di pasar-pasar tradisional Bangkalan. Harganya yang terjangkau menjadikannya favorit berbagai kalangan, terutama anak-anak.
Setiap gigitan Pe Sapean menghadirkan kesenangan tersendiri, baik dari segi rasa maupun pengalaman menikmati jajanan berbentuk sapi yang jarang ditemui di tempat lain.
Popularitas Pe Sapean kala itu menunjukkan bagaimana jajanan tradisional mampu menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Ia hadir dalam keseharian, mengiringi masa kecil banyak warga Bangkalan yang kini hanya bisa mengenangnya melalui cerita nostalgia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
