3. Gunakan Api Kecil hingga Sedang
Panas yang stabil sangat penting dalam membentuk sarang. Gunakan wajan tanah liat atau wajan cekung dengan api kecil-sedang agar panas merata.
Jika api terlalu besar, bagian bawah serabi akan gosong sementara permukaannya belum matang sempurna.
Api kecil membuat gelembung udara dalam adonan naik perlahan dan membentuk rongga yang cantik.
BACA JUGA:Efek Samping Imunisasi Polio Tetes yang Perlu Diketahui Orang Tua
4. Jangan Terlalu Sering Membuka Tutup Wajan
Saat memanggang serabi, biasanya wajan ditutup agar panas terperangkap di dalam.
Hal ini membuat adonan matang merata dan sarang terbentuk sempurna.
Jika tutup sering dibuka, panas akan keluar dan serabi sulit mengembang dengan baik. Tunggu hingga permukaan tampak kering sebelum membuka tutup wajan.
BACA JUGA:Rupiah Perkasa, Tembus Jadi Mata Uang Terkuat Asia Pekan Ini
5. Perhatikan Takaran Bahan
Keseimbangan tepung beras, santan, gula, ragi, dan garam sangat menentukan hasil akhir.
Jika tepung terlalu banyak, teksturnya keras. Jika santan terlalu dominan, serabi jadi lembek.
Takaran yang pas akan menghasilkan serabi lembut, bersarang alami, dan gurih legit.
BACA JUGA:Benteng Belgica: Jejak Kolonialisme Belanda di Banda Neira
Tips Tambahan agar Serabi Lebih Sempurna
- Gunakan wajan tanah liat untuk cita rasa lebih otentik, karena panasnya merata dan memberi aroma khas.
- Oles tipis minyak pada permukaan wajan agar serabi tidak lengket.
- Kreasikan topping seperti taburan kelapa parut, potongan pisang, atau kinca gula merah agar rasa lebih variatif.