Yuni Karnelis Tekankan Peran Strategis Anak Muda dalam Menjaga Budaya
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Yuni Karnelis--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Yuni Karnelis, menegaskan bahwa generasi muda memegang peranan kunci dalam menjaga keberlangsungan budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi.
Penegasan tersebut disampaikan Yuni Karnelis saat mengisi kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) bertema Anak Muda dan Budaya: Menjaga Akar, Menyongsong Zaman.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan bagi kaum muda agar tidak tercerabut dari identitas budaya di tengah perubahan zaman.
Menurut Yuni, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan bermasyarakat.
BACA JUGA:Suhada Tekankan Penyebaran Nilai Pancasila dalam Sosialisasi PIP-WK
Oleh karena itu, anak muda berada pada posisi strategis sebagai pewaris sekaligus penentu arah masa depan budaya bangsa.
"Anak muda bukan hanya menerima warisan budaya, tetapi juga bertanggung jawab menjaganya. Tradisi, bahasa daerah, seni, dan nilai sosial hanya akan bertahan jika generasi muda mau mempelajari, mencintai, dan mempraktikkannya," ujar Yuni Karnelis pada Sabtu, 07 Februari 2026.
Ia menilai, kebanggaan generasi muda terhadap bahasa daerah, seni lokal, serta adat istiadat menjadi kunci utama agar budaya tidak sekadar dikenang, tetapi tetap hidup dan relevan.
Di sisi lain, Yuni mengingatkan bahwa era modern membawa tantangan besar bagi keberlangsungan budaya lokal.
BACA JUGA:Undian Tabungan Lokal Bank Lampung Dimulai, Total Hadiah Rp1 Miliar
Masuknya budaya global yang masif kerap dianggap lebih praktis dan modern, sehingga berpotensi mengikis jati diri jika tidak disikapi dengan kesadaran.
"Tantangan ini bukan untuk dihindari, melainkan dihadapi dengan kecerdasan budaya. Anak muda harus mampu memilih yang baik, menyaring yang tidak sesuai, dan tetap berpijak pada nilai luhur bangsa," jelasnya.
Menurutnya, sikap kritis dan selektif menjadi bekal penting agar anak muda mampu beradaptasi tanpa kehilangan akar budaya.
Lebih lanjut, Yuni Karnelis mendorong generasi muda untuk memanfaatkan kreativitas dan inovasi dalam mengemas budaya lokal agar tetap menarik dan kontekstual.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
