Pada 1690, Sultan Pikulun Ratu Di Lampung dari Buway Nyerupa Sekala Bekhak memenuhi undangan Sultan Abdul Muhasin Zainul Abidin.
Sebagai tanda kekerabatan, Sultan Banten memberikan adoq Banten kepada Sultan Pikulun yaitu Tubagus Makmur Hidayatullah, lawatan ini diabadikan dalam Tambo Tembaga berbahan kuningan.
BACA JUGA:Kayu Akha, Pohon Hayat Lampung, Lambang Pertumbuhan Kehidupan Insani
Diberikan pula tombak serta keris pusaka sebagai tanda pengakuan keluarga bangsawan Lampung, Sultan Pikulun akhirnya meninggalkan pula punggawanya di wilayah Cikoneng Banten.
Kemufakatan dan kebersamaan Lampung Banten ini diabadikan pula dalam Dalung Kuripan, sebuah prasasti yang merupakan wujud persatuan dan persaudaraan yang diikrarkan oleh Ratu Darah Putih dan Maulana Hasanudin.
Dalung Kuripan menyebutkan tentang bentuk saling dukung dan saling bela dari Keratuan Darah Putih di Lampung dengan Kesultanan Banten saat mendapatkan ancaman dari luar, dan saling dukung dalam kebersamaan dan kerjasama.
Allahua'lam ala kulli hal..
Tabik di kutti khuppok puun..