Program Bank Sampah Buka Rekening untuk 4.048 Pelajar SMP di Bandar Lampung

Program Bank Sampah Buka Rekening untuk 4.048 Pelajar SMP di Bandar Lampung

Sebanyak 4.048 pelajar SMP di Bandar Lampung telah memiliki rekening melalui program Bank Sampah yang mengajarkan kepedulian lingkungan sekaligus literasi dan inklusi keuangan sejak dini--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Sebanyak 4.048 pelajar SMP di Kota Bandar Lampung telah memiliki rekening melalui program Bank Sampah yang digagas Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung.

Program tersebut menggabungkan edukasi kepedulian terhadap lingkungan dengan literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar sejak dini.

Melalui program Bank Sampah, siswa diajak mengumpulkan dan memilah sampah yang memiliki nilai ekonomi. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan dijual, sedangkan hasil penjualannya disetorkan ke rekening masing-masing siswa.

Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Deddy Amarullah, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membentuk karakter siswa agar peduli terhadap sampah dan terbiasa menabung.

BACA JUGA:Umrah 1.000 Jemaah Tetap, DPRD Bandar Lampung Akui Tak Pegang Juknis

“Positif, membantu karakter anak-anak sekolah supaya cinta kepada lingkungan. Jadi mereka sebagai kader atau duta bakti sampah atau kebersihan,” ujar Deddy di Gedung Semergou, Senin 31 Agustus 2026.

Menurut Deddy, uang yang diperoleh siswa dari pengelolaan sampah menjadi bagian dari pendapatan yang dapat mereka kelola sejak usia sekolah.

“Selain edukasi untuk kebersihan lingkungan dan peduli akan sampah, juga belajar untuk menabung. Sehingga mudah-mudahan anak-anak kita ini punya karakter yang baik,” katanya.

Program Bank Sampah tersebut ditargetkan menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Untuk jenjang SMA, program telah berjalan, sementara pelaksanaannya di tingkat SMP kini terus diperluas.

BACA JUGA:Umrah 1.000 Jemaah Tetap, DPRD Bandar Lampung Akui Tak Pegang Juknis

Adapun untuk jenjang SD, program serupa mulai diterapkan di sejumlah sekolah. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Bandar Lampung menggandeng Sahabat Gajah yang sebelumnya telah menginisiasi program Bank Sampah di sejumlah sekolah.

Deddy menjelaskan, mekanisme pengumpulan sampah dilakukan dengan menentukan hari khusus di masing-masing sekolah. Pada hari tersebut, siswa membawa sampah yang telah dipilah berdasarkan jenis dan kategori yang telah ditentukan.

Sampah kemudian ditimbang oleh petugas yang datang ke sekolah. Nilai sampah ditentukan berdasarkan jenis dan harga per kilogram.

Hasil penimbangan selanjutnya dicatat melalui aplikasi. Siswa yang telah terdaftar dapat memantau jumlah sampah yang dikumpulkan sekaligus nilai uang yang diperoleh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait