Bawomataluo, Desa Adat Megalitik di Nias Selatan yang Mendunia

Bawomataluo, Desa Adat Megalitik di Nias Selatan yang Mendunia

Desa Bawomataluo menyimpan warisan budaya, rumah adat unik, dan sejarah megalitik Nusantara-Foto Instagram@fitatooo-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Desa Bawomataluo merupakan salah satu desa adat paling terkenal di Pulau Nias. Terletak di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, desa ini berdiri megah di atas perbukitan dengan ketinggian lebih dari 300 meter di atas permukaan laut. 

Nama Bawomataluo sendiri berarti “bukit matahari”, sebuah sebutan yang mencerminkan posisi geografisnya yang tinggi sekaligus nilai simbolisnya sebagai pusat kehidupan dan budaya masyarakat Nias.

Bawomataluo tidak hanya dikenal sebagai permukiman penduduk, tetapi juga sebagai kawasan budaya yang masih mempertahankan tradisi leluhur secara utuh. Desa ini dihuni oleh ribuan penduduk yang hidup dalam tatanan adat yang kuat, diwariskan secara turun-temurun. 

Tata ruang desa disusun secara linear, memanjang dari satu ujung ke ujung lain, dengan rumah-rumah adat yang saling berhadapan dan sebuah lapangan batu besar di tengah desa sebagai pusat aktivitas sosial dan ritual.

BACA JUGA:Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Diprediksi Meriah, Undangan Tembus 2.000 Orang

Arsitektur Rumah Adat dan Tata Ruang Desa

Salah satu ciri paling menonjol dari Bawomataluo adalah rumah adatnya yang disebut omo hada. Rumah-rumah ini dibangun menggunakan kayu pilihan dan disusun tanpa paku logam, melainkan dengan sistem pasak dan ikatan tradisional. 

Atapnya yang menjulang tinggi dan struktur bangunannya yang kokoh mencerminkan kecerdasan lokal masyarakat Nias dalam menghadapi kondisi alam, termasuk gempa bumi yang kerap terjadi di wilayah ini.

Rumah-rumah adat di Bawomataluo berdiri di atas pondasi batu besar yang tertanam kuat di tanah. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah adat juga menjadi simbol status sosial pemiliknya. Semakin besar dan megah rumah tersebut, semakin tinggi pula kedudukan keluarga dalam struktur adat desa.

BACA JUGA:6 Artis Indonesia Penerima Beasiswa LPDP, Sukses Menembus Kampus Top Dunia

Tradisi Megalitik yang Masih Hidup

Bawomataluo merupakan bagian dari kawasan budaya megalitik yang masih aktif hingga kini. Di berbagai sudut desa, dapat ditemukan batu-batu besar yang disusun sebagai meja batu, monumen, dan tempat upacara adat. Batu-batu ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.

Pada masa lalu, pembangunan monumen batu menjadi bagian dari upacara adat besar yang disebut owasa. Upacara ini menandai pencapaian sosial seseorang, seperti keberanian, kepemimpinan, atau kemampuan ekonomi. 

Hingga kini, nilai-nilai dari tradisi tersebut masih dijaga, meskipun bentuk pelaksanaannya telah menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: