Situs Tebingtinggi dan Warisan Megalitik Pagar Alam

Situs Tebingtinggi dan Warisan Megalitik Pagar Alam

Batu "Manusia Menunggang Kerbau" di situs Tebing Tinggi Pagar Alam-Foto Instagram@pagaralamtourism-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Kota Pagar Alam di Sumatra Selatan dikenal luas sebagai kawasan yang kaya akan peninggalan megalitik. Salah satu situs penting yang memperkuat reputasi tersebut adalah Situs Tebingtinggi

Situs ini menyimpan berbagai tinggalan batu besar yang mencerminkan aktivitas dan cara pandang masyarakat prasejarah yang pernah mendiami wilayah Pasemah. 

Keberadaan Situs Tebingtinggi tidak hanya menambah khazanah arkeologis daerah, tetapi juga menjadi petunjuk penting untuk memahami perkembangan budaya megalitik di Sumatra bagian selatan.

Situs Tebingtinggi berada di kawasan perbukitan yang memiliki kondisi alam relatif subur. Lingkungan ini sangat mendukung kehidupan manusia pada masa lampau. 

BACA JUGA:Mengenal Vitamin Jantung dan Perannya Menjaga Fungsi Jantung Tetap Optimal

Lahan yang subur memungkinkan kegiatan bercocok tanam sederhana, sementara ketersediaan air dari sungai dan mata air di sekitarnya menjadi faktor penting bagi keberlangsungan pemukiman. 

Bentang alam yang berbukit juga sering dikaitkan dengan nilai sakral, sehingga tidak mengherankan apabila wilayah ini dipilih sebagai lokasi berbagai aktivitas ritual oleh masyarakat prasejarah.

Tinggalan utama di Situs Tebingtinggi berupa batu-batu besar yang telah mengalami proses pengolahan oleh tangan manusia. Batu-batu tersebut tidak sekadar diletakkan secara alami, melainkan dipahat, dibentuk, dan disusun dengan pola tertentu. 

Ragam bentuk tinggalan yang ditemukan menunjukkan bahwa situs ini memiliki fungsi yang beragam, mulai dari tempat kegiatan ritual, simbol kepercayaan, hingga penanda sosial dalam kehidupan masyarakat masa lalu.

BACA JUGA:Rahasia Mengatasi Muka Belang agar Warna Kulit Wajah Kembali Merata dan Cerah Alami

Salah satu peninggalan yang paling menarik perhatian adalah arca batu. Arca-arca di Situs Tebingtinggi umumnya menggambarkan figur manusia dan hewan dengan gaya yang sederhana namun berkesan kuat. 

Bentuk tubuhnya sering kali tidak proporsional, sementara ekspresi wajah dibuat tegas dan kaku. Gaya seperti ini merupakan ciri khas seni megalitik Pasemah. 

Para peneliti menilai bahwa arca-arca tersebut tidak dibuat untuk tujuan estetika semata, melainkan memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan sistem kepercayaan dan penghormatan terhadap leluhur.

Selain arca, ditemukan pula batu datar dan susunan batu lainnya yang diduga memiliki fungsi ritual. Batu datar biasanya berupa lempengan besar dengan permukaan relatif rata dan ditempatkan di lokasi tertentu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: