Bawomataluo, Desa Adat Megalitik di Nias Selatan yang Mendunia
Desa Bawomataluo menyimpan warisan budaya, rumah adat unik, dan sejarah megalitik Nusantara-Foto Instagram@fitatooo-
BACA JUGA:Polisi Gerebek Sabung Ayam di Lampung Utara, Satu Orang Hilang Usai Lompat ke Sungai
Lompat Batu: Simbol Keberanian dan Kedewasaan
Salah satu tradisi paling terkenal dari Bawomataluo adalah hombo batu atau lompat batu. Tradisi ini dilakukan dengan melompati susunan batu setinggi sekitar dua meter.
Pada masa lalu, lompat batu merupakan bagian dari pendidikan militer bagi pemuda Nias sebagai persiapan menghadapi peperangan antardesa.
Kini, lompat batu lebih sering dipertunjukkan dalam konteks budaya dan pariwisata. Namun, maknanya tetap kuat sebagai simbol keberanian, kedewasaan, dan kehormatan seorang laki-laki Nias. Tradisi ini telah menjadi identitas budaya yang melekat erat pada nama Bawomataluo dan Pulau Nias secara keseluruhan.
BACA JUGA:Batagor, Ikon Kuliner Bandung yang Tetap Eksis dan Mendunia
Status sebagai Cagar Budaya Nasional
Pemerintah Indonesia telah menetapkan Bawomataluo sebagai kawasan cagar budaya tingkat nasional. Penetapan ini mencakup permukiman tradisional, pemandian adat, serta kompleks pemakaman megalitik yang berada di sekitar desa.
Status tersebut memberikan perlindungan hukum sekaligus pengakuan atas nilai sejarah dan budaya yang dimiliki desa ini.
Selain itu, Bawomataluo juga pernah diusulkan sebagai calon Situs Warisan Dunia UNESCO. Usulan ini menunjukkan bahwa nilai budaya desa tersebut tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga memiliki makna universal bagi peradaban manusia.
BACA JUGA:Panduan Lengkap DANA Cicil: Cara Aktivasi, Syarat, dan Keunggulannya
Festival Budaya dan Pelestarian Tradisi
Sebagai desa budaya, Bawomataluo memiliki agenda tahunan berupa Festival Budaya Bawomataluo. Festival ini menampilkan berbagai kesenian tradisional Nias, seperti tari perang, musik tradisional, pakaian adat, serta atraksi lompat batu.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi bagi generasi muda dan wisatawan untuk mengenal lebih dekat budaya Nias.
Melalui festival dan kegiatan adat lainnya, masyarakat Bawomataluo berupaya menjaga kesinambungan tradisi di tengah arus modernisasi. Nilai gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, dan kebersamaan masih menjadi fondasi utama kehidupan sosial di desa ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
