Situs Tebingtinggi dan Warisan Megalitik Pagar Alam

Situs Tebingtinggi dan Warisan Megalitik Pagar Alam

Batu "Manusia Menunggang Kerbau" di situs Tebing Tinggi Pagar Alam-Foto Instagram@pagaralamtourism-

BACA JUGA:Rekomendasi Sepatu Lari Terbaik 2026 untuk Pemula, Nyaman dan Terjangkau

Dalam konteks budaya megalitik, batu semacam ini sering dikaitkan dengan tempat persembahan atau pelaksanaan upacara keagamaan. 

Keberadaan tinggalan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat pendukung Situs Tebingtinggi telah memiliki tradisi ritual yang teratur dan dijalankan secara kolektif.

Keanekaragaman tinggalan megalitik di Situs Tebingtinggi mencerminkan tingkat kemampuan teknologi masyarakat prasejarah yang cukup tinggi. Proses pengolahan dan pemindahan batu berukuran besar tentu memerlukan pengetahuan teknis, peralatan sederhana, serta kerja sama yang solid antar anggota kelompok. 

Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat pada masa itu telah memiliki organisasi sosial yang tertata, dengan pembagian peran yang jelas dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan ritual.

BACA JUGA:DANA Kaget Januari 2026 Ramai Diburu, Ini Strategi Klaim Saldo Gratis

Dari sudut pandang arkeologi, Situs Tebingtinggi memiliki nilai penting karena memberikan gambaran tentang pola hidup dan sistem kepercayaan masyarakat megalitik Pasemah. 

Situs ini juga diduga memiliki keterkaitan dengan situs-situs megalitik lain di Pagar Alam, seperti Batu Beghibu, Tegur Wangi, dan situs manusia dililit ular. 

Kesamaan gaya arca dan bentuk tinggalan batu menunjukkan adanya kesatuan tradisi budaya yang berkembang di wilayah tersebut dalam kurun waktu yang relatif sama.

Meski menyimpan nilai sejarah yang tinggi, keberadaan Situs Tebingtinggi tidak lepas dari berbagai ancaman. 

BACA JUGA:Lezat dan Gurih, Ini Keunikan Pepes Pindang Khas Jawa dan Madura

Faktor alam seperti hujan, perubahan suhu, dan pertumbuhan lumut dapat menyebabkan pelapukan batu. 

Di sisi lain, aktivitas manusia modern, baik berupa pembangunan maupun kurangnya kesadaran akan pentingnya pelestarian, berpotensi merusak keaslian situs. 

Oleh karena itu, perlindungan terhadap Situs Tebingtinggi perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Upaya pelestarian dapat dilakukan melalui penetapan kawasan sebagai cagar budaya, pengawasan rutin, serta edukasi kepada masyarakat sekitar. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: