Tari Kuda Renggong: Seni Tradisi Penuh Makna dari Sumedang

Tari Kuda Renggong: Seni Tradisi Penuh Makna dari Sumedang

Tari Kuda Renggong merupakan warisan budaya yang unik dari Sumedang. - Foto:Instagram@aslisumedang--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Indonesia dikenal sebagai negeri dengan beragam budaya dan tradisi. 

Setiap daerah memiliki ciri khas keseniannya masing-masing, mulai dari tari, musik, hingga upacara adat. 

Salah satu kesenian yang unik dan menarik perhatian adalah Tari Kuda Renggong dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. 

Keistimewaan tari ini terletak pada kehadiran kuda yang dilatih khusus sehingga mampu bergerak mengikuti irama musik, seakan-akan sedang menari.

BACA JUGA:Kerajinan Kulit: Tradisi Kuno yang Terus Hidup di Zaman Modern

Asal-usul dan Perkembangan

Kesenian Kuda Renggong diyakini muncul pada abad ke-19 di wilayah Sumedang. Nama “renggong” sendiri berasal dari kata ronggeng, yang menggambarkan gerakan tarian yang luwes, indah, dan penuh pesona. 

Pada mulanya, kesenian ini hanya berupa pertunjukan kuda yang berjalan mengikuti tabuhan musik. Namun, berkat kreativitas masyarakat Sunda, kuda kemudian dilatih hingga mampu berjingkrak, menggelengkan kepala, bahkan bergerak seirama dengan lagu yang dimainkan.

Dalam perkembangannya, Tari Kuda Renggong tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upacara adat penting. Hingga kini, pertunjukan ini kerap ditampilkan dalam acara sunatan (khitanan) maupun khataman Al-Qur’an sebagai bentuk rasa syukur keluarga.

BACA JUGA:Malioboro, Ikon Abadi Yogyakarta yang Menyatukan Sejarah

Pertunjukan yang Meriah

Kuda Renggong biasanya ditampilkan dalam bentuk arak-arakan yang melibatkan masyarakat luas. 

Seorang anak yang baru saja menjalani khitan akan dinaikkan ke atas punggung kuda. Anak tersebut mengenakan busana adat Sunda berwarna cerah lengkap dengan hiasan kepala. 

Kudanya pun tidak kalah menarik, dihiasi dengan kain warna-warni, manik-manik, serta ornamen berkilau yang membuat penampilannya gagah dan megah.

BACA JUGA:Jalan Liwa–Sumsel di Padang Cahya Tertutup Longsor, Kendaraan Roda Empat Terhambat

Saat pertunjukan berlangsung, kuda akan bergerak mengikuti irama musik tradisional. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: