Ondel-Ondel Betawi: Penjaga Kampung yang Berubah Menjadi Simbol Kota Jakarta

Ondel-Ondel Betawi: Penjaga Kampung yang Berubah Menjadi Simbol Kota Jakarta

Ondel-ondel bukan hanya boneka besar yang menari di jalan melainkan warisan budaya yang lahir dari kepercayaan, berkembang dalam seni, dan bertahan sebagai simbol identitas.-Foto Vecteezy@Dani Daniar-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Di tengah laju modernisasi ibu kota, keberadaan ondel-ondel masih setia menghiasi berbagai kegiatan budaya. 

Boneka raksasa ini bukan sekadar pertunjukan hiburan semata, tetapi merupakan simbol kuat dari kebudayaan Betawi yang kaya nilai historis dan spiritual. 

Kehadirannya mencerminkan semangat warga asli Jakarta dalam mempertahankan identitas mereka di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan.

Ondel-ondel tidak lahir sebagai pertunjukan seni semata. Dahulu, keberadaannya sangat erat dengan kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan tak terlihat. 

BACA JUGA:Ayam Kemangi Manis Gurih: Hidangan Sehat, Kaya Rasa, dan Rendah Gula

Boneka besar ini dipercaya memiliki kemampuan untuk mengusir roh jahat dan melindungi lingkungan dari gangguan gaib maupun bencana. 

Maka tak heran jika ekspresi wajahnya dibuat garang dan mencolok, demi memberi kesan menyeramkan terhadap entitas jahat yang dianggap mengganggu keseimbangan hidup warga kampung.

Ritual mengarak ondel-ondel keliling kampung dulunya dilakukan secara berkala, terutama ketika terjadi wabah penyakit atau musibah. 

Masyarakat percaya bahwa dengan cara itu, keselamatan dan ketenangan akan kembali terjaga.

BACA JUGA:Luna Maya dan Maxime Bouttier Gelar Resepsi Mewah di Jakarta, Disiarkan Langsung untuk Publik

Ondel-ondel dibuat dengan kerangka dari bambu, dibentuk menyerupai tabung besar yang bisa dimasuki oleh seorang pemain. 

Tingginya bisa mencapai empat meter, sedangkan diameternya sekitar satu setengah meter. Kepala boneka biasanya dibuat dari kayu, lalu dicat dengan warna mencolok dan dihiasi rambut dari ijuk serta hiasan lainnya.

Warna wajah boneka laki-laki umumnya merah, sedangkan yang perempuan berwarna putih. Pemilihan warna ini bukan tanpa arti. 

Merah kerap dianggap mewakili keberanian, sedangkan putih mencerminkan kesucian. Selain itu, warna tersebut juga dapat dikaitkan dengan identitas nasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: