Pekon Kenali Salurkan Bantuan Beras CPP Tahap 4 Kepada 300 KPM

Pekon Kenali Salurkan Bantuan Beras CPP Tahap 4 Kepada 300 KPM

--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahap 4 atau untuk alokasi bulan September hingga November, yang pendistribusiannya dipimpin oleh Peratin Kenali Adi Praja di Balai pekon setempat, Selasa (3 Oktober 2023).

Bansos beras itu disalurkan kepada 300 keluarga Penerima Manfaat (KPM), dimana para penerima ialah masyarakat yang masuk daftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Peratin Kenali Adi Praja mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu memfasilitasi penyaluran bantuan ini, sehingga bantuan beras CPP ini kini semuanya telah tersalur kepada 300 keluarga penerima manfaat (KPM) di pekon setempat.

Menurutnya, bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat sehingga ia di tengah melambungnya harga beras saat ini. Sehingga ia berharap bantuan itu dapat bermanfaat bagi penerimanya.  

BACA JUGA:Berharap Musim Kemarau Berakhir, Warga Kenali Gelar Shalat Istisqa

BACA JUGA:Gantikan Mat Nur, Aruman Dilantik Jadi Pj Peratin Bakhu

“Bantuan beras CPP totalnya ada sebanyak 3.000 Kg yang diperuntukan bagi 300 KPM. Mereka yang terdaftar sebagai penerima ini telah sesuai dengan by name by address atau data pemerintah pusat. Dan setiap KPM menerima sebanyak 10 kg,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Lampung Barat Drs. Nukman, M.M., melaunching penyaluran bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahap II tahun 2023 sebanyak 300 ton, untuk 30.631 Kepala Keluarga (KK) di kabupaten setempat, yang dipusatkan di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Liwa, Selasa (27 September 2023) lalu. 

Dari total bantuan beras CPP yang disalurkan kepada 30.631 masyarakat itu rinciannya untuk Kecamatan Air Hitam 1006 orang, Balik Bukit 3650, Bandar Negeri Suoh (BNS) 3173, Batu Brak 2031, Batu Ketulis 1956, Belalau 1817, Kebun Tebu 2303, Lumbok Seminung 1009, Gedung Surian 1648, Pagar Dewa 1201, Sekincau 2061, Sukau 2923, Sumber Jaya 2411, Suoh 1778 dan Way Tenong 1664.

Nukman mengatakan, keterjangkauan pangan merupakan kemampuan masyarakat dalam mengakses pangan, baik dari sisi akses terhadap ekonomi maupun akses fisik. 

BACA JUGA:Camat Erwin Beberkan Bukti Tidak Terlibat dalam Proyek Dana Inpres

BACA JUGA:Warga Padang Tambak Bersyukur, Terima Bansos CPP Saat Harga Beras Naik

Namun menurutnya, keterjangkauan pangan dari sisi ekonomi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan atau daya beli dan stabilitas harga pangan. 

“Rumah tangga keluarga kurang mampu memiliki pendapatan rendah sehingga daya belinya terhadap pangan maupun non pangan juga rendah,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: