Ayam Betutu Bali: Dari Ritual Suci hingga Hidangan Khas Nusantara

Ayam Betutu Bali: Dari Ritual Suci hingga Hidangan Khas Nusantara

Ayam Betutu Bali: Dari Ritual Suci hingga Hidangan Khas Nusantara. _Foto Freepik_--

• Manusa Yadnya: upacara yang mendampingi perjalanan hidup manusia dari lahir hingga menikah.

• Butha Yadnya: ritual untuk menjaga keseimbangan dengan kekuatan alam agar tidak membawa bencana.

Dengan makna yang begitu dalam, ayam betutu menjadi lambang pengabdian, rasa hormat, serta harmonisasi antara manusia, alam, dan Tuhan.

BACA JUGA:Deretan Jam Tangan yang Paling Diminati Masyarakat Indonesia

Dari Hidangan Kerajaan ke Sajian Rakyat

Pada masa lalu, ayam betutu hanya disajikan di lingkungan bangsawan Bali.

Namun, sekitar tahun 1976, pasangan suami istri Ni Wayan Tempeh dan I Nyoman Suratna membuka warung ayam betutu di Gilimanuk, memperkenalkan hidangan ini kepada masyarakat luas.

Sejak saat itu, ayam betutu tidak lagi terbatas pada upacara adat saja, melainkan telah menjadi santapan harian yang digemari semua kalangan, baik lokal maupun wisatawan.

BACA JUGA:Spesifikasi dan Keunggulan Realme 14T: Smartphone Canggih di Harga Terjangkau

Mengapa Menggunakan Ayam Kampung atau Bebek?

Pemilihan ayam kampung atau bebek dalam pembuatan betutu bukan tanpa alasan.

Jenis unggas ini memiliki tekstur daging yang lebih kenyal dan kaya rasa, sangat cocok untuk meresap rempah-rempah kuat dalam bumbu betutu.

Selain itu, ayam dan bebek juga sering digunakan dalam upacara adat Bali sebagai simbol kehidupan dan kesuburan.

BACA JUGA:Upgrade Besar, Find My Device Kini Lebih Cepat dan Lebih Akurat

Rahasia Nikmatnya: Bumbu Base Genep

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: