Resep dan Filosofi Wajik, Jajanan Klasik Khas Nusantara
Makanan ini terbuat dari beras ketan, gula merah, dan santan, menghasilkan cita rasa manis gurih dengan aroma khas yang menggugah selera.-Ilustrasi Gemini AI-
Di daerah Bandung terkenal juga wajit Cililin, yang dibungkus daun jagung kering dan memiliki aroma unik.
BACA JUGA:Sate Srepeh: Kuliner Khas Rembang Jawa Tengah yang Kaya Rasa dan Sejarah
Makna dalam Tradisi dan Sosial
Selain sebagai hidangan manis, wajik memiliki nilai sosial dan budaya yang dalam. Kue ini sering menjadi simbol dalam berbagai upacara adat, seperti:
- Upacara pernikahan – melambangkan ikatan cinta yang manis dan lengket.
- Syukuran panen atau kelahiran – menggambarkan rasa syukur dan kebersamaan.
- Perayaan keagamaan – disajikan bersama jajanan pasar lainnya sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur.
BACA JUGA:Adon-adon Coro: Minuman Tradisional Hangat Khas Jepara yang Sarat Makna Budaya
Wajik bukan sekadar camilan manis, melainkan warisan kuliner tradisional yang mengandung nilai budaya dan filosofi mendalam.
Kelezatan wajik yang legit dan teksturnya yang lengket menggambarkan kehangatan hubungan manusia serta pentingnya kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Hingga kini, wajik tetap menjadi salah satu simbol cita rasa klasik Nusantara yang tidak lekang oleh waktu.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




