8 Cara menangani Telapak Kaki yang Terasa Panas Secara Alami

8 Cara menangani Telapak Kaki yang Terasa Panas Secara Alami

Telapak kaki terasa panas bisa muncul karena hal sepele seperti kelelahan, sepatu yang tidak nyaman atau aktivitas berlebihan, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. - Foto freepik--

Akibatnya, kaki menjadi lembap, berkeringat, dan terasa panas seperti terbakar. 

Kondisi ini juga bisa memicu infeksi jamur jika tidak dijaga kebersihannya.

BACA JUGA:Bolehkah Minum Obat dengan Air Dingin? Ini Penjelasan Lengkapnya

3. Neuropati Perifer (Gangguan Saraf)

Neuropati perifer terjadi ketika saraf di kaki mengalami kerusakan. Penyebab utamanya adalah diabetes melitus, kekurangan vitamin B kompleks, atau paparan racun tertentu. Penderitanya biasanya mengalami gejala seperti:

  • Telapak kaki panas atau seperti tersengat listrik.
  • Rasa kebas atau kesemutan.
  • Nyeri menusuk, terutama di malam hari.

Jika kamu mengalami gejala tersebut secara terus-menerus, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

BACA JUGA:Manfaat Mandi Subuh dan Hal yang Perlu Diperhatikan

4. Infeksi Jamur (Kutu Air)

Infeksi jamur pada kaki atau athlete’s foot sering menyerang area di antara jari-jari. 

Gejalanya meliputi rasa gatal, panas, kulit mengelupas, dan bau tidak sedap.

Kondisi ini sering dialami oleh orang yang sering mengenakan sepatu tertutup dalam waktu lama atau kaki yang sering lembap.

BACA JUGA:Gejala Dislokasi Pergelangan Tangan yang Wajib Diwaspadai

5. Gangguan Sirkulasi Darah

Peredaran darah yang tidak lancar juga dapat memicu sensasi panas pada kaki. 

Biasanya disebabkan oleh kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, atau kebiasaan merokok.

Ketika darah tidak mengalir dengan baik, suplai oksigen ke jaringan kaki berkurang sehingga menyebabkan rasa berat, panas, atau kesemutan.

BACA JUGA:Apakah Paracetamol Bikin Ngantuk? Ini Penjelasan Lengkap yang Perlu Kamu Tahu

6. Perubahan Hormon

Bagi sebagian wanita, terutama saat masa menopause atau kehamilan, perubahan hormon dapat memengaruhi sistem sirkulasi tubuh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: