MEDIALAMPUNG.CO.ID – Surabi Bandung merupakan jajanan tradisional khas Sunda yang tetap bertahan di tengah gempuran kuliner modern.
Berasal dari wilayah Bandung, makanan ini telah dikenal sejak lama sebagai kudapan sederhana dengan cita rasa autentik.
Di tengah maraknya inovasi makanan kekinian, surabi tetap diminati karena proses memasaknya yang tradisional.
Aroma asap dari tungku arang menjadi ciri khas yang sulit ditiru versi modern.
BACA JUGA:Bhayangkara Presisi Lampung Datang Percaya Diri Hadapi Persik Kediri
Asal-Usul dan Sejarah
Surabi, atau serabi, diyakini telah ada sejak masa kolonial dan dijajakan pedagang keliling di kampung-kampung.
Proses memasak menggunakan tungku tanah liat dan arang menghasilkan tekstur renyah di bagian bawah serta lembut di bagian atas.
Di tanah Sunda, surabi kerap menjadi menu sarapan atau teman minum teh dan kopi. Seiring waktu, popularitasnya meningkat dan menjadikannya salah satu ikon kuliner Bandung.
BACA JUGA:AKBP Yonirizal Khova Resmi Dilantik Jadi Wakapolresta Bandar Lampung
Bahan dan Proses Pembuatan
Bahan utama surabi tergolong sederhana, yakni tepung beras, santan, garam, dan daun pandan.
Adonan dituangkan ke cetakan tanah liat kecil lalu dimasak di atas tungku arang hingga matang merata.
Teknik tradisional ini menciptakan perpaduan tekstur unik. Bagian bawah terasa garing, sementara bagian atas lembut dan berpori.
BACA JUGA:Kelas Migran Vokasi Lampung Masuk Tahap Job Matching, Sektor Pertanian Paling Diminati