Nasi Lengko Khas Cirebon, Kuliner Sederhana Kaya Tradisi dan Gizi
Nasi lengko, kuliner tradisional Cirebon yang mengandalkan tahu, tempe, dan sambal kacang-Ilustrasi Gemini AI-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Nasi lengko merupakan kuliner tradisional khas Cirebon, Jawa Barat, yang dikenal dengan cita rasa ringan, segar, dan menyehatkan.
Hidangan ini memadukan nasi putih, tahu, tempe, sayuran segar, serta siraman sambal kacang dalam satu sajian sederhana yang sarat nilai tradisi.
Berbeda dari banyak masakan Nusantara yang kaya santan dan rempah pekat, nasi lengko tampil minimalis.
Namun, perpaduan gurih, manis, pedas, dan segar justru menjadi kekuatan utamanya.
BACA JUGA:Link DANA Kaget 11 Februari 2026, Klaim Saldo Gratis Tanpa Akun Premium
Asal-usul dan Jejak Sejarah
Secara historis, nasi lengko tumbuh dari tradisi masyarakat pesisir Cirebon yang mengandalkan bahan nabati sebagai sumber protein.
Tahu dan tempe menjadi lauk terjangkau yang mudah diperoleh, lalu dipadukan dengan nasi dan sayuran.
Nama “lengko” diyakini berasal dari istilah lokal yang merujuk pada sajian nasi dengan lauk pelengkap sederhana. Seiring waktu, hidangan ini tak hanya hadir di dapur rumah, tetapi juga di warung tradisional hingga restoran khas Cirebon.
BACA JUGA:Jaga Keindahan,Pol PP Kecamatan Jatiagung Tertibkan Banner dan Spanduk
Komposisi dan Ciri Khas
Keunikan nasi lengko terletak pada keseimbangan gizinya. Karbohidrat dari nasi, protein nabati dari tahu dan tempe, serta serat dari sayuran berpadu dalam satu piring.
Tahu dan tempe biasanya digoreng hingga bagian luar sedikit garing, sementara bagian dalam tetap lembut. Sayuran seperti tauge rebus, mentimun iris, dan daun kucai memberikan sensasi segar yang kontras dengan bumbu kacang.
Sambal kacang menjadi elemen kunci. Kacang tanah goreng dihaluskan bersama bawang putih, cabai, gula merah, garam, dan sedikit air asam, menghasilkan rasa gurih-manis dengan sentuhan pedas dan asam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
