Bahan dan Proses Memasak
Bahan utama pindang gunung meliputi daging sapi beserta tulangnya, kluwek, dan kelapa parut sangrai. Bumbu halus terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, serta kemiri.
Rempah pelengkap seperti lengkuas, serai, dan daun salam dimasukkan saat perebusan. Daging direbus lama dengan api kecil hingga empuk dan kuah mengental alami.
Kluwek serta kelapa sangrai biasanya ditambahkan pada tahap akhir. Cara ini menjaga aroma tetap harum dan mencegah rasa pahit.
BACA JUGA:Langgar SOP Program MBG, 40 SPPG di Lampung Terima Surat Peringatan
Cara Penyajian
Pindang gunung paling nikmat disajikan hangat bersama nasi putih pulen.
Sambal terasi atau cabai rawit sering menjadi pelengkap wajib.
Kerupuk tradisional dan lalapan sederhana seperti kemangi turut menambah cita rasa. Kombinasi tersebut membuat sajian ini semakin lengkap.
BACA JUGA:Gombyang Mayung, Kuliner Khas Indramayu yang Gurih dan Segar
Eksistensi di Masa Kini
Kini, pindang gunung mulai dikenal lebih luas di berbagai warung makan tradisional di Pekalongan dan sekitarnya. Meski mengalami penyesuaian penyajian, resep aslinya tetap dipertahankan.
Hidangan ini menjadi bukti kekayaan kuliner lereng pegunungan Jawa Tengah.
Pindang gunung tidak sekadar makanan, tetapi warisan budaya yang layak dilestarikan dan dikenalkan ke generasi mendatang.