MEDIALAMPUNG.CO.ID – Ada satu perubahan besar yang kini pelan-pelan disadari banyak anak muda: uang tidak lagi datang karena rajin absen, tetapi karena skill yang benar-benar bisa dijual.
Dunia kerja bergerak cepat, dan logika lama soal jam masuk, jam pulang, serta daftar hadir mulai kehilangan daya tawarnya.
Di tengah naiknya UMR yang tak selalu sebanding dengan biaya hidup, gelombang PHK, dan ekspansi ekonomi digital, semakin banyak pekerja memilih jalur berbeda.
Mereka tidak anti kantor, tetapi lebih rasional membaca keadaan. Ketika sistem lama tak lagi memberi kepastian, skill dan portofolio justru menawarkan peluang yang lebih nyata.
BACA JUGA:Bukan Tak Mau Kerja Kantoran, Anak Muda Hanya Lebih Rasional
Bagi generasi sebelumnya, absensi adalah simbol stabilitas. Datang tepat waktu, pulang sesuai jam, gaji bulanan dianggap aman. Namun realitas hari ini berkata lain.
Banyak pekerja dengan absensi sempurna justru menjadi korban efisiensi, restrukturisasi, hingga PHK massal.
Kondisi ini memunculkan kesadaran baru bahwa kehadiran fisik tidak selalu berbanding lurus dengan nilai ekonomi.
Yang dicari industri saat ini bukan sekadar siapa yang paling lama duduk di kantor, melainkan siapa yang paling relevan dengan kebutuhan pasar.
BACA JUGA:Generasi Proyek: Mengapa Freelance Lebih Masuk Akal Hari Ini
Di era digital, skill berubah menjadi mata uang. Penulis dibayar karena tulisannya berdampak, desainer dihargai karena visualnya bekerja, videografer dicari karena ceritanya hidup. Semua dinilai dari hasil, bukan dari jam kerja.
Platform freelance, media sosial, hingga ekosistem ekonomi kreatif membuka ruang luas bagi siapa pun yang memiliki keahlian spesifik. Tanpa perlu kartu absen, seseorang bisa menjual kemampuannya lintas kota bahkan lintas negara.
Jika dulu CV dan ijazah menjadi senjata utama melamar kerja, kini portofolio justru berbicara lebih keras. Klien dan pemberi proyek ingin melihat bukti nyata, bukan sekadar daftar pengalaman.
Portofolio menjadi arsip hidup yang menunjukkan konsistensi, kualitas, dan karakter kerja seseorang.
BACA JUGA:Gaji Bulanan Tak Lagi Sakral, Proyek Jadi Andalan