Uang Tak Lagi Datang dari Absensi, Tapi dari Skill dan Portofolio

Rabu 11-02-2026,07:05 WIB
Reporter : Krisna Jeri
Editor : Budi Setiawan

Dalam dunia freelance, portofolio bahkan lebih menentukan dibanding gelar atau lama pengalaman. Satu karya yang kuat bisa membuka banyak pintu.

Masih ada anggapan bahwa freelance adalah pilihan terakhir bagi mereka yang gagal di sistem formal. Padahal kenyataannya, banyak freelancer hari ini justru mengambil keputusan sadar dan strategis.

Freelance memberi fleksibilitas, peluang penghasilan bertingkat, serta kendali penuh atas arah karier.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, diversifikasi proyek sering kali terasa lebih aman dibanding bergantung pada satu sumber gaji.

BACA JUGA:Laptop, WiFi, dan Keberanian Menolak Jalan Lama

Generasi muda tumbuh di tengah krisis dan percepatan teknologi. Mereka menyaksikan bagaimana kerja keras tidak selalu berujung aman, dan loyalitas tidak selalu dibalas stabilitas. Dari situ lahir logika kerja baru: bekerja cerdas, adaptif, dan berbasis nilai diri.

Bagi mereka, bekerja bukan lagi soal di mana duduk, tetapi apa dampak yang dihasilkan. Selama skill relevan dan portofolio terus berkembang, peluang akan selalu ada.

Perubahan ini bukan berarti sistem kantor akan hilang. Namun jelas, absensi bukan lagi pusat segalanya.

Nilai seseorang di dunia kerja kini lebih ditentukan oleh apa yang bisa ia selesaikan, bukan berapa lama ia hadir.

BACA JUGA:Freelance Kreatif dan Masa Depan Kerja yang Sedang Ditulis Ulang

Di masa depan, mereka yang bertahan bukan yang paling rajin mengisi daftar hadir, melainkan yang paling siap menjual keahlian. Uang tak lagi datang dari absensi, tetapi dari skill dan portofolio yang terus diasah.

 

Kategori :