Meski sekilas tampak mirip nasi campur atau soto, nasi ramoy memiliki karakter yang berbeda.
Nasi campur umumnya menonjolkan variasi lauk tanpa kuah dominan, sementara soto memiliki kuah yang lebih encer dan disajikan terpisah dari nasi.
Nasi ramoy justru menghadirkan kuah rempah yang lebih kental dan menyatu dengan nasi, sehingga menciptakan identitas kuliner yang khas.
BACA JUGA:Simulasi KUR BRI Februari 2026: Pinjaman Rp 20 Juta dan Rincian Cicilan Bulanan
Popularitas dan Potensi Nasi Ramoy
Dalam beberapa tahun terakhir, nasi ramoy mulai dikenal di luar Madura, terutama melalui media sosial dan perkembangan kuliner UMKM.
Sejumlah pedagang menghadirkan inovasi modern seperti nasi ramoy ayam crispy, nasi ramoy daging rendang, hingga nasi ramoy kemasan siap saji.
Potensi ini menunjukkan bahwa nasi ramoy memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai ikon kuliner Madura di tingkat nasional.
BACA JUGA:Evaluasi Sekolah Rakyat Lampung Fokus Tata Kelola dan Akuntabilitas
Nilai Gizi Nasi Ramoy
Selain lezat, nasi ramoy juga memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap.
Karbohidrat berasal dari nasi, protein dari ayam, daging, atau telur, lemak dari bumbu dan kelapa, serta vitamin dan mineral dari rempah-rempah dan lalapan.
Dengan porsi yang seimbang, nasi ramoy dapat menjadi sumber energi yang baik bagi tubuh.
BACA JUGA:Pisang dan Segudang Manfaatnya untuk Jantung, Otak, dan Pencernaan
Penutup
Nasi ramoy menjadi bukti kekayaan kuliner tradisional Indonesia yang sarat rasa dan makna.