DPRD Ingatkan Pemkot Prioritaskan Penanganan Banjir Ketimbang Proyek Estetika

Selasa 03-02-2026,15:27 WIB
Reporter : Krisna Jeri
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Widodo, melontarkan kritik tajam terhadap arah prioritas pembangunan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Ia menegaskan bahwa kebijakan anggaran seharusnya lebih difokuskan pada penanganan banjir secara menyeluruh, bukan pada program berbasis estetika seperti wacana pembangunan Kampung Warna-Warni di Kecamatan Tanjung Karang Pusat.

Menurut Agus, memasuki periode puncak musim hujan pada Januari hingga Februari, langkah mitigasi bencana harus menjadi agenda utama pemerintah daerah.

Ia mengingatkan agar musibah banjir besar yang sempat melanda Bandar Lampung pada 2025 tidak kembali terulang akibat lemahnya perencanaan dan pengendalian tata air kota.

BACA JUGA:Operasi Keselamatan 2026, Polresta Bandar Lampung Intensifkan Penindakan ETLE Mobile

“Saya sudah lama mengingatkan hal ini dalam berbagai kesempatan, baik saat rapat Badan Anggaran maupun melalui interupsi di Sidang Paripurna. Fokus utama kita seharusnya adalah penanganan banjir,” ujarnya.

Agus menilai, pendekatan penanganan banjir yang selama ini diterapkan masih bersifat parsial dan cenderung tambal sulam.

Menurutnya, tanpa perencanaan jangka panjang yang matang, persoalan banjir akan terus menjadi siklus tahunan yang merugikan masyarakat.

Ia mendorong Pemerintah Kota Bandar Lampung segera menyusun master plan drainase atau manajemen tata air perkotaan yang terintegrasi dari kawasan hulu hingga hilir.

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Lampung, Hujan Berpotensi Mendominasi Sejumlah Wilayah

Dokumen perencanaan tersebut dinilai penting sebagai peta jalan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang berkelanjutan.

“Kita perlu peta air dan master plan drainase yang jelas. Tanpa itu, penanganan banjir akan sangat berat. Memang membutuhkan anggaran besar, tapi saya yakin rekan-rekan di DPRD akan mendukung penuh karena ini menyangkut hajat hidup dan kemaslahatan masyarakat luas,” ungkapnya.

Selain persoalan perencanaan, Agus juga menyoroti masalah sedimentasi drainase yang hingga kini belum tertangani secara optimal.

Penumpukan lumpur dan material di saluran air disebut menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran, yang kemudian memicu genangan di berbagai titik kota saat hujan deras.

BACA JUGA:Damkarmat Ungkap Korban Terjun ke Sumur di Bandar Lampung Alami Gangguan Psikologis

Kategori :