Mengenal Budaya Megalitikum di Indonesia dan Ragam Peninggalannya
Batu Menhir & Dolmen di kampung Bena Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur-Foto Instagram@megalitikmuseum-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Budaya Megalitikum merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah prasejarah Nusantara.
Tradisi ini dikenal melalui penggunaan batu-batu besar sebagai sarana utama dalam aktivitas keagamaan, sosial, dan simbolik masyarakat masa lampau.
Keberadaan budaya megalitikum menunjukkan bahwa manusia prasejarah tidak hanya berjuang untuk bertahan hidup, tetapi juga telah memiliki sistem kepercayaan, nilai sosial, serta kemampuan teknis yang cukup maju.
Di wilayah Indonesia, tradisi megalitik berkembang luas dan menghasilkan ragam peninggalan yang hingga kini masih dapat dijumpai.
BACA JUGA:7 Artis Pilih Jepang untuk Babymoon, Zaskia Sungkar hingga Jessica Mila
Konsep dan Hakikat Budaya Megalitikum
Secara umum, budaya megalitikum mengacu pada tradisi mendirikan bangunan atau monumen dari batu berukuran besar. Namun, maknanya jauh melampaui aspek fisik semata. Batu besar dipandang sebagai media sakral yang memiliki hubungan erat dengan dunia spiritual. Masyarakat prasejarah meyakini bahwa roh leluhur tetap hadir dan berperan dalam kehidupan manusia. Oleh sebab itu, penghormatan terhadap nenek moyang menjadi inti dari praktik megalitikum.
Berbeda dengan anggapan bahwa megalitikum adalah suatu zaman tersendiri, para ahli menilai budaya ini sebagai tradisi yang muncul sejak manusia mulai hidup menetap dan bercocok tanam.
Tradisi tersebut kemudian terus berlanjut, bahkan berdampingan dengan kebudayaan yang lebih maju, hingga meninggalkan pengaruh kuat dalam kehidupan masyarakat tradisional.
BACA JUGA:6 Artis yang Pernah Kehilangan Bayi dalam Kandungan
Latar Sosial dan Kepercayaan
Kemunculan budaya megalitikum tidak terlepas dari perubahan besar dalam pola hidup manusia. Ketika manusia mulai menetap, hubungan dengan tanah, alam, dan leluhur menjadi semakin penting.
Kematian tidak dipandang sebagai akhir, melainkan sebagai perpindahan ke alam lain. Kepercayaan ini melahirkan berbagai ritual pemakaman dan pemujaan yang diwujudkan melalui bangunan batu besar.
Selain itu, kondisi geografis Indonesia yang kaya akan sumber daya batu turut mendorong berkembangnya tradisi megalitik. Batu tidak hanya mudah ditemukan, tetapi juga dianggap kuat dan abadi, sehingga cocok dijadikan simbol penghormatan yang bersifat jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
