Ramadan
Pelantikan Kajari

Apakah Pasien Bisa Berhenti Cuci Darah? Ini Penjelasan Medisnya

Apakah Pasien Bisa Berhenti Cuci Darah? Ini Penjelasan Medisnya

Cuci darah tidak selalu harus dijalani seumur hidup, tergantung pada kondisi penyebab kerusakan ginjal. - Foto freepik--

MEDIALAMPUNG.CO.IDCuci darah atau dialisis merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal ketika organ tersebut sudah tidak mampu bekerja dengan baik.

Banyak pasien yang menjalani terapi ini dalam jangka panjang sering bertanya apakah cuci darah bisa dihentikan dan apakah ginjal dapat kembali berfungsi normal.

Pertanyaan tersebut cukup umum, terutama bagi pasien yang mengalami Gagal Ginjal dan harus menjalani dialisis secara rutin setiap minggu.

Untuk memahami jawabannya, penting mengetahui terlebih dahulu penyebab seseorang harus menjalani cuci darah serta kondisi ginjal yang dialami pasien.

BACA JUGA:Pencarian Nelayan Hilang di Pesisir Barat Dihentikan Sementara

Apa Itu Cuci Darah?

Cuci darah atau Dialisis adalah proses penyaringan darah menggunakan alat khusus untuk membuang limbah, racun, serta kelebihan cairan dari tubuh.

Prosedur ini diperlukan ketika ginjal tidak lagi mampu menjalankan fungsi penyaringan secara normal.

Pada kondisi sehat, ginjal bekerja menyaring darah selama 24 jam sehari. Namun ketika fungsi ginjal menurun drastis, zat sisa metabolisme dapat menumpuk di dalam tubuh dan berisiko membahayakan kesehatan.

BACA JUGA:Menteri Hukum Resmikan Pos Bantuan Hukum di Lampung, Perluas Akses Layanan Hukum Hingga Desa

Apakah Cuci Darah Bisa Dihentikan?

Jawaban dari pertanyaan ini bergantung pada penyebab kerusakan ginjal yang dialami pasien.

Pada beberapa kondisi, cuci darah bisa dihentikan.

Namun pada kondisi lain terapi ini harus dijalani dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Makna Tradisi Sesan dalam Perkawinan Adat Lampung dan Nilai Budaya di Baliknya

1. Gagal Ginjal Akut

Jika seseorang mengalami Gagal Ginjal Akut, yaitu kerusakan ginjal yang terjadi secara mendadak akibat infeksi berat, dehidrasi, efek obat tertentu, atau gangguan aliran darah ke ginjal, maka cuci darah biasanya hanya bersifat sementara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: