Dukungan tersebut berupa penyediaan peralatan penunjang untuk memperlancar proses pembersihan.
“Kita bersama para relawan sudah melakukan pembersihan, khususnya area luar atau halaman. Ini berjalan berkat dukungan Biro Umum Provinsi Lampung yang menyediakan peralatan lori dan sarana pendukung lainnya,” kata Firman.
Ia menilai keterlibatan pemerintah menjadi sinyal positif bahwa perhatian terhadap aset sejarah Lampung mulai kembali menguat.
Firman berharap upaya pembersihan ini tidak berhenti pada aksi simbolik semata. Ia mendorong adanya keberlanjutan dari Pemerintah Provinsi Lampung, terutama terkait status kepemilikan Rumah DASWATI yang hingga kini masih berada di tangan individu.
BACA JUGA:DPRD Bandar Lampung Jadwalkan RDP Terkait Wisata Rohani PGRI
“Karena ini jadi harapan masyarakat Lampung. Dari beberapa gubernur sebelumnya belum terealisasi. Semoga di kepemimpinan Bapak Rahmat Mirzani Djausal, rumah ini bisa diambil alih dan dibeli oleh Pemprov dari pihak yang saat ini menguasai,” harapnya.
Menurutnya, status kepemilikan pribadi menjadi salah satu kendala utama pemerintah dalam merawat dan mengembangkan rumah bersejarah tersebut.
Firman juga menyinggung banyaknya komentar miring terkait kondisi Rumah DASWATI yang beredar di ruang publik, namun minim solusi dan tindakan nyata. Ia menegaskan bahwa persoalan rumah ini bukan rahasia umum dan telah berlangsung lama.
BACA JUGA:Hujan Lebat dan Angin Kencang Picu Ambruknya Tembok di Kedamaian Bandar Lampung
“Cerita dari zaman dulu rumah ini sudah mau diambil alih Pemprov, tapi harga yang luar biasa menjadi penghalang karena tidak sesuai. Objek cagar budaya tidak boleh diubah. Individu hanya menguasai tanah, seharusnya ada kelapangan hati untuk negeri, bukan semata berpikir bisnis,” lanjutnya.
Ia menilai pelestarian bangunan bersejarah seharusnya ditempatkan sebagai tanggung jawab moral bersama, bukan sekadar hitung-hitungan ekonomi.
Firman menyatakan optimisme bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, harapan lama masyarakat Lampung bisa diwujudkan.
“Gubernur kita sangat visioner. Kami yakin beliau bisa menuntaskan dan mewujudkan harapan masyarakat Lampung. Rumah DASWATI bisa menjadi museum, lokasinya strategis, memiliki nilai historis dan ekonomis bagi masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA:Ditengah Duka Kader, Anggota DPR RI Mukhlis Basri Kunjungi Korban Kebakaran
Ia menilai Rumah DASWATI memiliki potensi besar sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus destinasi budaya di jantung Kota Bandar Lampung.
Diketahui, DASWATI merupakan singkatan dari Daerah Swatantra Tingkat I, sebutan wilayah administratif Lampung sebelum menjadi provinsi mandiri.