Dalam kondisi tertentu, kapak genggam juga berfungsi sebagai alat perlindungan dari serangan hewan buas.
Keberadaan satu alat yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan menunjukkan kecerdasan manusia purba dalam memaksimalkan sumber daya yang terbatas.
BACA JUGA:Target PKB 2025 Tak Tercapai, Pemprov Lampung Matangkan Strategi Dongkrak PAD 2026
Nilai Sejarah dan Budaya
Kapak genggam memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena menjadi salah satu tonggak awal perkembangan teknologi manusia.
Alat ini menandai peralihan manusia dari sekadar makhluk yang bergantung sepenuhnya pada alam menjadi makhluk yang mampu mengolah alam untuk kepentingannya.
Selain itu, kapak genggam juga menjadi bukti awal kemampuan berpikir manusia purba. Proses pembuatannya memerlukan perencanaan, ketelitian, dan pengalaman.
Hal ini menunjukkan bahwa manusia pada masa itu sudah memiliki kemampuan kognitif yang cukup baik, meskipun masih sederhana.
BACA JUGA:RSUD Alimudin Umar Raih Predikat OPD Berkinerja Terbaik I 2025
Kapak Genggam dalam Kajian Arkeologi
Bagi para arkeolog, kapak genggam merupakan sumber informasi penting untuk memahami pola hidup manusia purba.
Dari bentuk, ukuran, dan bahan kapak genggam, para ahli dapat memperkirakan usia situs, jenis manusia pendukungnya, serta kondisi lingkungan pada masa lalu.
Penemuan kapak genggam di berbagai wilayah dunia juga menunjukkan adanya kesamaan budaya alat batu pada manusia purba, meskipun mereka hidup di tempat yang berjauhan.
BACA JUGA:5 Jam Tangan Terbaik untuk Perenang yang Paling Diburu di 2026
Hal ini memperkuat pandangan bahwa perkembangan teknologi manusia berlangsung secara bertahap dan saling berkaitan.
Kapak genggam bukan sekadar batu tajam biasa, melainkan simbol awal perjalanan panjang manusia dalam mengembangkan teknologi.