Ciri Khas dan Rasa
Secara visual, kue tette memiliki bentuk pipih dengan permukaan yang tidak rata, menandakan proses pembuatannya yang masih tradisional.
Saat digoreng, kue ini akan mengembang ringan dan menghasilkan tekstur renyah di bagian luar, sementara bagian dalamnya tetap terasa padat.
Rasa kue tette didominasi oleh gurih alami singkong dengan aroma khas yang menggugah selera. Meski kini mulai muncul variasi modern dengan tambahan bumbu seperti bawang putih atau taburan cabai bubuk, kue tette versi tradisional tetap mempertahankan cita rasa asli tanpa banyak campuran.
BACA JUGA:Diduga Terjadi Penyelewengan LPG 3 Kg, Warung di Candimas Lampung Utara Disorot
Nilai Gizi dan Manfaat
Sebagai olahan berbahan dasar singkong, kue tette mengandung karbohidrat yang cukup tinggi sehingga dapat menjadi sumber energi.
Selain itu, singkong juga mengandung serat serta sejumlah mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
Meski melalui proses penggorengan, kue tette tetap tergolong camilan tradisional yang lebih alami karena minim penggunaan bahan tambahan kimia.
BACA JUGA:KUR BRI 2026 Resmi Dilanjutkan, Plafon Naik dan Aturan Pengajuan Lebih Longgar
Perkembangan dan Pelestarian
Di tengah maraknya camilan modern dan produk instan, keberadaan kue tette mulai jarang ditemui, khususnya di wilayah perkotaan.
Namun, di Madura dan daerah sekitarnya, jajanan ini masih diproduksi oleh pelaku UMKM dan dijual di pasar tradisional.
Berbagai upaya pelestarian terus dilakukan, mulai dari pengenalan kue tette melalui festival kuliner, promosi di media sosial, hingga inovasi kemasan yang lebih menarik tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Langkah ini menjadi penting agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai warisan kuliner daerah.
BACA JUGA:Dapat Apresiasi Gubernur, Lampung Selatan Tuntaskan 100 Persen Pengawasan
Penutup