Tari Gandai Khas Bengkulu: Kisah Cinta Sejoli Bumi dan Langit

Sabtu 17-01-2026,20:21 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Penari dan Iringan Musik

Dalam satu pertunjukan Tari Gandai, jumlah pelaku biasanya tidak kurang dari enam orang. Mereka terdiri atas penari, pemusik, dan pendendang. Alat musik tradisional yang digunakan antara lain serunai, redap (sejenis gendang), dan gong. Alunan musiknya sederhana namun ritmis, berpadu dengan dendang lagu khas Gandai yang dilantunkan oleh seorang penyanyi, baik laki-laki maupun perempuan.

Menariknya, Tari Gandai memiliki beberapa variasi berdasarkan penarinya. Di wilayah Mukomuko, tarian ini umumnya dibawakan oleh dua orang perempuan secara berpasangan. 

Namun, ada pula bentuk Tari Gandai bertautan yang ditarikan oleh dua orang laki-laki. Perbedaan ini menunjukkan keluwesan Tari Gandai dalam menyesuaikan diri dengan konteks sosial dan adat setempat.

BACA JUGA:Rumah Adat Lamban Pesagi Lampung dan Makna Budaya di Baliknya

Ragam Gerak dan Makna Filosofis

Secara keseluruhan, Tari Gandai memiliki sekitar 36 ragam gerak. Namun, seiring berjalannya waktu, hanya sekitar 26 gerakan yang masih diingat dan diwariskan kepada generasi sekarang.

Dalam satu pertunjukan, penari biasanya hanya menampilkan enam hingga dua belas gerakan inti yang dianggap sudah mewakili keseluruhan makna tarian.

Setiap gerakan dalam Tari Gandai memiliki nama dan filosofi tersendiri. Gerakannya cenderung sederhana, tidak menghentak, dan penuh kelembutan, mencerminkan sikap rendah hati, kesopanan, serta keharmonisan dalam hidup bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi pesan penting yang terus disampaikan dari generasi ke generasi melalui tarian ini.

BACA JUGA:Karimunjawa, Surga Bahari di Utara Jawa yang Menawan

Pelestarian Tari Gandai di Era Modern

Di tengah arus modernisasi, Tari Gandai tetap bertahan sebagai identitas budaya masyarakat Mukomuko. Berbagai upaya pelestarian terus dilakukan, mulai dari pengajaran tari di sanggar seni, penampilan dalam acara resmi daerah, hingga festival budaya tingkat nasional. Generasi muda pun mulai dilibatkan agar kesenian ini tidak hilang ditelan zaman.

Tari Gandai bukan hanya warisan seni, tetapi juga cerminan cara hidup masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan, rasa syukur, dan keharmonisan. Melalui tarian ini, masyarakat Bengkulu memperkenalkan jati diri mereka kepada dunia sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan bermakna.

Sebagai salah satu tarian tradisional Bengkulu, Tari Gandai memiliki nilai sejarah, budaya, dan filosofi yang sangat kaya. Kisah cinta antara manusia bumi dan langit yang melatarbelakanginya menjadikan tarian ini unik dan sarat makna. Dengan terus melestarikan Tari Gandai, kita turut menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap dikenal dan dihargai oleh generasi masa depan.(*)

Kategori :