Tari Lahbako, Simbol Identitas Budaya Pandalungan Masyarakat Jember

Tari Lahbako, Simbol Identitas Budaya Pandalungan Masyarakat Jember

Tari Lahbako bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan cerminan identitas, sejarah, dan kehidupan masyarakat Jember. - Foto:Instagram@carika_putri.costume--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Kabupaten Jember dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki kekayaan budaya yang khas. 

Keunikan tersebut lahir dari pertemuan dua kebudayaan besar, yaitu Jawa dan Madura, yang kemudian membentuk identitas masyarakat yang disebut pandalungan. 

Dalam kehidupan sosial masyarakat Jember, perpaduan budaya ini tercermin tidak hanya dalam bahasa dan adat istiadat, tetapi juga dalam seni pertunjukan. 

Salah satu hasil kebudayaan tersebut adalah Tari Lahbako, sebuah tari kreasi yang telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jember.

BACA JUGA:Jejak Budaya Megalitik di Gunung Tangkil Sukabumi Jawa Barat

Tari Lahbako diciptakan pada tahun 1985. Lahirnya tarian ini tidak dapat dilepaskan dari peran pemerintah daerah pada masa itu. 

Bupati Jember saat itu, Suryadi Setyawan, memiliki keinginan kuat untuk menghadirkan sebuah tarian yang mampu merepresentasikan karakter, kehidupan, dan mata pencaharian masyarakat Jember. 

Dari gagasan tersebut, kemudian diundanglah seorang seniman besar Indonesia, Bagong Kussudiarja, untuk merancang sebuah tarian yang memiliki nilai artistik sekaligus makna sosial yang kuat.

Nama “Lahbako” sendiri berasal dari istilah lokal yang merujuk pada tembakau. Hal ini tidak mengherankan, mengingat Jember sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau terbesar dan terbaik di Indonesia. 

BACA JUGA:Muntah Setelah Kepala Terbentur, Bisa Jadi Tanda Cedera Otak Serius

Kehidupan masyarakat Jember, khususnya di pedesaan, sangat lekat dengan aktivitas menanam, memetik, dan mengolah tembakau. 

Oleh karena itu, Tari Lahbako menjadikan para pekerja tembakau sebagai inspirasi utama dalam gerak dan ekspresinya.

Secara visual, Tari Lahbako menggambarkan proses kehidupan para buruh tembakau, mulai dari bekerja di ladang hingga kebersamaan mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 

Gerakan tari yang dinamis namun tetap lembut mencerminkan kerja keras, ketekunan, dan semangat gotong royong. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: