Hieroglif: Sistem Tulisan Kuno Mesir yang Sarat Makna dan Sejarah

Rabu 07-01-2026,16:58 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Sebagai imbalan atas keahlian mereka, para juru tulis memperoleh penghasilan yang tinggi dan kehidupan yang relatif nyaman dibandingkan masyarakat biasa. 

Bahkan dalam beberapa periode, mereka mendapatkan keistimewaan khusus, seperti pembebasan dari pajak atau kerja paksa. Hal ini menunjukkan betapa berharganya kemampuan membaca dan menulis hieroglif pada masa itu.

Selain digunakan dalam kehidupan administratif, hieroglif juga memiliki peran besar dalam kepercayaan spiritual Mesir Kuno. Tulisan ini dipercaya memiliki kekuatan magis. 

Kata-kata yang diukir pada dinding makam atau peti jenazah diyakini mampu melindungi arwah orang yang telah meninggal dan membimbingnya menuju kehidupan setelah mati. 

BACA JUGA:DPRD Bongkar Skema Outsourcing, Nasib Honorer Puskesmas Kian Terdesak

Oleh karena itu, hieroglif sering digunakan dalam Kitab Orang Mati, sebuah kumpulan doa dan mantra yang membantu perjalanan roh di alam baka.

Seiring berjalannya waktu, penggunaan hieroglif mulai berkurang. Munculnya sistem tulisan yang lebih sederhana, seperti hieratik dan demotik, membuat proses menulis menjadi lebih praktis. 

Pada akhirnya, ketika Mesir berada di bawah kekuasaan Romawi, penggunaan hieroglif semakin ditinggalkan. Pengetahuan tentang cara membacanya pun perlahan menghilang, hingga akhirnya menjadi misteri selama berabad-abad.

Rahasia hieroglif baru berhasil diungkap kembali pada abad ke-19 berkat penemuan Batu Rosetta. Batu ini memuat tulisan yang sama dalam tiga jenis aksara, yaitu hieroglif, demotik, dan Yunani Kuno. 

BACA JUGA:Sarasehan Warga Jateng di Lampung Perkuat Sinergi Daerah, Kerja Sama Capai Rp830 Miliar

Melalui perbandingan ketiga tulisan tersebut, para ahli berhasil memecahkan kode hieroglif. Salah satu tokoh penting dalam keberhasilan ini adalah Jean-François Champollion, seorang ahli bahasa asal Prancis yang berhasil membaca hieroglif pada tahun 1822.

Hingga kini, hieroglif menjadi sumber utama untuk memahami sejarah, budaya, dan kepercayaan Mesir Kuno. 

Melalui tulisan ini, para arkeolog dan sejarawan dapat mengetahui kehidupan para firaun, struktur sosial masyarakat, serta pandangan mereka tentang alam semesta dan kehidupan setelah mati. 

Hieroglif bukan hanya peninggalan tulisan, tetapi juga jendela yang membuka wawasan manusia modern terhadap kejayaan salah satu peradaban tertua di dunia.(*)

Kategori :