Namun ia mengingatkan, upaya tersebut harus diikuti dengan penetapan target yang rasional dan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai, kesalahan berulang dalam menetapkan target PAD selama ini bersumber dari pendekatan yang tidak realistis.
Target kerap dipatok jauh di atas potensi aktual, sehingga setiap tahun memunculkan kesan kegagalan meski secara nominal penerimaan meningkat.
Salah satu persoalan mendasar yang disorot Komisi III adalah akurasi data kendaraan bermotor.
BACA JUGA:Gol Tunggal Fareed Sadat Putus Tren Negatif Bhayangkara Lampung FC
Selama ini, potensi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dihitung dengan asumsi jumlah kendaraan di Lampung mencapai lebih dari 4 juta unit.
Namun hasil evaluasi terbaru menunjukkan bahwa kendaraan yang benar-benar aktif dan berpotensi membayar pajak hanya sekitar 2 juta unit.
Yozi menilai ketidaktepatan data ini menjadi faktor utama melesetnya target PAD. Kondisi tersebut juga memunculkan persepsi keliru di publik, seolah-olah kinerja pemungutan pajak menurun, padahal secara keseluruhan penerimaan justru mengalami kenaikan.
Ia menjelaskan, pada 2024 seluruh penerimaan PKB masih tercatat sebagai pendapatan Pemerintah Provinsi Lampung, sehingga nilainya menembus lebih dari Rp1 triliun.
BACA JUGA:Richard Lee Resmi Jadi Tersangka, Dijadwalkan Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya
Namun pada 2025, meskipun total penerimaan PKB meningkat sekitar Rp50 miliar, penerapan kebijakan opsen pajak membuat sebagian besar dana langsung terbagi ke kabupaten dan kota. Dampaknya, porsi yang masuk ke kas provinsi turun menjadi sekitar Rp600 miliar.
“Secara total pendapatan naik, tapi tidak semuanya lagi masuk sebagai pendapatan provinsi. Ini yang sering luput dari pemahaman masyarakat,” kata Yozi.
Ke depan, Komisi III DPRD Lampung berharap adanya pembenahan menyeluruh melalui perbaikan regulasi, pemutakhiran dan validasi data, serta inovasi dalam pengelolaan aset daerah.
Dengan langkah tersebut, perencanaan PAD diharapkan menjadi lebih presisi, berkelanjutan, dan terbebas dari target-target semu yang sulit diwujudkan.
BACA JUGA:Kurang dari 12 Jam, Pelaku Pembuang Bayi di Kebun Kopi Rigis Jaya Lampung Barat Ditangkap Polisi