“Pembentukan siklon saat ini semakin besar, sehingga kita semua harus siaga. Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Abdul Moeloek, Imam Ghozali, memastikan kebijakan WFA dan WFH tidak akan mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan tersebut. Menurutnya, kebijakan kerja fleksibel hanya diterapkan bagi tenaga administrasi dan manajemen struktural.
"Tenaga fungsional seperti dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya tetap bekerja seperti biasa. Pelayanan kesehatan tidak terdampak,” jelas Imam.
Ia menegaskan seluruh layanan medis, mulai dari kamar operasi, rawat inap, hingga pelayanan malam hari, tetap berjalan normal dengan pengaturan jadwal piket yang telah disusun masing-masing unit.
BACA JUGA:BK DPRD Bandar Lampung Loyo Tangani Dugaan Pelanggaran Etik Revitalisasi Sekolah HT
“Pelayanan publik, khususnya rumah sakit, tidak bisa terhenti. Semua lini pelayanan sudah menyiapkan jadwal secara matang,” ujarnya.
Meski sebagian pegawai menjalankan WFA atau WFH, Imam memastikan pengawasan dan supervisi tetap dilakukan secara ketat oleh manajemen rumah sakit.
“Mereka tetap memiliki jadwal pendampingan dan supervisi untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar,” pungkasnya.