Freelancer perlu menjaga batas etika dalam berkarya. Penggunaan teknologi AI harus dilakukan secara legal, transparan, dan tanpa melanggar hak pihak lain.
Teknologi deepfake memang memunculkan ancaman baru, mulai dari persaingan tidak sehat, manipulasi identitas, hingga isu etika kreatif. Namun, teknologi ini juga menghadirkan peluang besar bagi freelancer yang siap beradaptasi.
BACA JUGA:Ramai Dibahas, Ini Skema Bunga KUR BRI 2025 untuk Pinjaman Rp25 Juta
Kuncinya adalah pemahaman, etika, dan penguasaan teknologi. Mereka yang mampu menggabungkan kreativitas dengan kecerdasan digital akan tetap dicari, bahkan justru semakin dibutuhkan di masa depan.