Tak hanya itu, area promenade di tepi danau kini menjadi tempat favorit untuk menikmati angin sore.
Ada pula view deck untuk berswafoto, serta amfiteater terbuka yang bisa digunakan untuk pertunjukan musik atau acara komunitas. Semua penataan itu dilakukan tanpa menghilangkan karakter alami kawasan ini.
Petualangan di Bukit Cinta belum lengkap tanpa menyusuri Rawa Pening dengan perahu motor. Dari atas air, wisatawan bisa melihat hamparan eceng gondok yang menari tertiup angin, sambil sesekali berpapasan dengan perahu nelayan tradisional.
Perjalanan ini biasanya memakan waktu 30–45 menit dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
BACA JUGA:Gunung Batur, Keindahan Alam dan Spiritualitas dari Jantung Bali
Setelahnya, singgahlah di deretan warung makan di sekitar area wisata. Menu andalan seperti ikan bakar, nila goreng, dan pepes mujair siap menggugah selera.
Disajikan hangat dengan sambal pedas dan lalapan segar, cita rasanya makin nikmat bila disantap di tepi danau yang berangin sejuk.
Kini, Bukit Cinta tak lagi sekadar tempat wisata sederhana. Area parkirnya luas, toilet bersih tersedia di beberapa titik, dan kios suvenir menjual kerajinan tangan warga sekitar.
Harga tiket masuknya juga ramah di kantong — sekitar Rp10.000 pada hari biasa dan Rp15.000 di akhir pekan.
BACA JUGA:Pesona Air Terjun Semolon: Permata Tersembunyi di Jantung Kalimantan
Kawasan ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Aksesnya mudah dijangkau, sekitar satu jam perjalanan dari Kota Semarang atau hanya 10 menit dari Ambarawa.
Bagi pengunjung yang datang bersama keluarga, tempat ini ideal untuk bersantai tanpa hiruk pikuk kota.
Bukit Cinta menjadi magnet bagi anak muda yang ingin menikmati suasana romantis, juga bagi keluarga yang ingin menikmati udara segar.
Pemandangan matahari terbit di balik Gunung Telomoyo sering jadi incaran fotografer. Bahkan, banyak pasangan memilih tempat ini untuk foto pra-wedding karena panorama dan suasananya yang penuh makna.
BACA JUGA:Menelusuri Pesona Sungai Terpendek di Dunia
Setiap akhir pekan, tawa anak-anak, suara kamera, dan deru perahu nelayan berpadu dalam harmoni yang indah. Bukit Cinta seakan hidup oleh cinta dan keceriaan.