Budaya Majapahit yang Masih Hidup Hingga Kini

Minggu 02-11-2025,18:09 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

3. Sastra dan Bahasa

Majapahit juga dikenal sebagai masa keemasan sastra Jawa Kuno. Banyak karya sastra monumental lahir pada masa ini, mencerminkan kedalaman pemikiran dan nilai-nilai budaya yang tinggi. Dua karya yang paling terkenal adalah Nagarakretagama karya Mpu Prapanca dan Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular.

Nagarakretagama menceritakan sistem pemerintahan, wilayah kekuasaan, dan kehidupan sosial budaya di Majapahit secara rinci. Sementara Sutasoma berisi ajaran kebajikan dan toleransi yang menjadi dasar keharmonisan masyarakat Majapahit. Kedua karya ini menjadi bukti bahwa sastra bukan hanya media hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral dan pelestarian sejarah.

Bahasa yang digunakan saat itu adalah bahasa Jawa Kuno dan Sansekerta. Dari sinilah kemudian berkembang bahasa-bahasa daerah yang masih digunakan hingga kini, terutama di wilayah Jawa dan Bali.

BACA JUGA:Warisan Kebudayaan Majapahit yang Masih Hidup di Indonesia Modern

4. Kehidupan Sosial dan Budaya

Kehidupan sosial masyarakat Majapahit diatur berdasarkan sistem kasta seperti yang terdapat dalam ajaran Hindu. Namun, berbeda dengan sistem kasta di India, masyarakat Majapahit hidup relatif harmonis. Para bangsawan, pedagang, petani, dan nelayan memiliki peran masing-masing dalam menjaga stabilitas kerajaan.

Rakyat Majapahit juga dikenal memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Tradisi ini tampak dalam berbagai kegiatan sosial, seperti upacara panen, pernikahan, dan perayaan keagamaan yang dilaksanakan secara meriah. Tujuannya bukan hanya untuk menghormati dewa-dewa, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga.

Nilai-nilai seperti kerja sama, kesetiaan, dan tanggung jawab terhadap sesama masih menjadi ciri khas masyarakat Indonesia hingga sekarang — warisan tak ternilai dari masa Majapahit.

BACA JUGA:Pakaian Hitam Adat Suku Kajang: Cerminan Kesederhanaan dan Kesetaraan Hidup

5. Warisan Majapahit yang Masih Bertahan

Warisan budaya Majapahit tidak hanya berupa peninggalan fisik seperti candi atau prasasti, tetapi juga dalam bentuk tradisi dan filosofi hidup. Di Mojokerto, misalnya, Candi Tikus menjadi saksi bisu kejayaan Majapahit. Bentuknya menyerupai petirtaan atau kolam pemandian suci yang dahulu digunakan untuk ritual keagamaan. Bangunan ini memperlihatkan kecanggihan arsitektur dan sistem perairan pada masa itu.

Selain itu, penggunaan bata merah sebagai bahan bangunan masih diteruskan oleh masyarakat Jawa Timur hingga kini. Dalam dunia sastra, ajaran moral dari karya Mpu Tantular terus hidup melalui semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang menjadi fondasi kebangsaan Indonesia modern.

Dalam bidang kesenian, gaya arsitektur Majapahit menginspirasi banyak karya seni modern, sementara sistem sosial dan nilai toleransi mereka menjadi teladan bagi kehidupan masyarakat yang beragam.

BACA JUGA:Ritual Adat Suku Kajang Ammatoa di Bulukumba: Menyatu dengan Alam dan Leluhur

Majapahit bukan sekadar kerajaan besar yang pernah berjaya di masa lalu, melainkan simbol kemajuan budaya dan peradaban Nusantara. 

Kategori :