Pagar Alam, Jejak Megalitikum yang Hidup di Tanah Besemah

Pagar Alam, Jejak Megalitikum yang Hidup di Tanah Besemah

Keberadaan situs-situs megalitikum di Pagar Alam merupakan bukti nyata bahwa wilayah ini pernah menjadi pusat peradaban kuno yang maju dalam aspek kepercayaan dan seni. - Foto:Instagram@adaapaplg--

MEDIALAMPUNG.CO.ID   -Pagar Alam merupakan salah satu kota di Provinsi Sumatra Selatan yang tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekayaan peninggalan budaya prasejarah.

Terletak di kaki Gunung Dempo dan dikelilingi jajaran Bukit Barisan, wilayah yang dikenal sebagai Bumi Besemah ini menyimpan jejak penting peradaban megalitikum yang hingga kini masih dapat dijumpai di berbagai sudut desa dan persawahan.

Kondisi geografis Pagar Alam yang berupa perbukitan dan kawasan hutan tropis membuat daerah ini kaya akan batuan keras, terutama batu andesit.

Jenis batu inilah yang sejak ribuan tahun lalu dimanfaatkan oleh manusia prasejarah untuk menciptakan berbagai bangunan dan artefak megalitikum. Tidak mengherankan jika Pagar Alam kemudian dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan megalitikum terpenting di Sumatra.

BACA JUGA:Dhena Devanka Tegas Bantah Isu Nikah Siri dengan Anton Subowo, Sebut Rumor Fitnah Berkepanjangan

Pusat Situs Megalitikum di Sumatra Selatan

Peneliti asal Belanda, Van der Hoop, mencatat bahwa di wilayah Pagar Alam terdapat setidaknya 22 area yang diyakini sebagai situs megalitikum.

Situs-situs ini tersebar di berbagai lokasi, mulai dari lereng bukit, kebun warga, hingga tengah persawahan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat aktivitas manusia prasejarah dalam jangka waktu yang panjang.

Beragam peninggalan ditemukan di situs-situs tersebut, seperti arca batu, menhir, dolmen, kubur batu, dan lesung batu. Sayangnya, tidak semua peninggalan berada dalam kondisi utuh. Sebagian artefak mengalami kerusakan akibat faktor alam, aktivitas manusia, atau masih terkubur dan belum sepenuhnya teridentifikasi oleh para arkeolog.

BACA JUGA:Insanul Fahmi Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka kepada Wardatina Mawa, Akui Kekeliruan dalam Poligami

Ragam Arca Megalitikum

Salah satu peninggalan paling menarik dari kebudayaan megalitikum Pagar Alam adalah arca batu. Arca-arca ini memiliki bentuk dan makna yang beragam. Secara umum, arca megalitikum di Pagar Alam dapat dibedakan menjadi dua jenis.

Jenis pertama menggambarkan satu sosok tunggal, baik berupa manusia maupun hewan. Sementara itu, jenis kedua menampilkan lebih dari satu sosok, seperti manusia dengan manusia, atau manusia yang digambarkan bersama hewan.

Keunikan arca-arca ini terletak pada ekspresi dan gaya pahatan yang sederhana namun sarat makna. Banyak ahli meyakini bahwa arca tersebut berkaitan erat dengan kepercayaan spiritual, pemujaan leluhur, serta pandangan masyarakat prasejarah terhadap kehidupan dan kematian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: