Cahaya matahari yang menembus celah dedaunan memantul di permukaan air, menimbulkan pendaran cahaya seperti kristal. Tak heran jika banyak wisatawan menyebut tempat ini sebagai “permata tersembunyi” di Bali Utara.
Bagi penggemar fotografi, Gitgit adalah surga visual. Setiap sudutnya tampak fotogenik — dari jalan setapak berbatu hingga jembatan bambu di atas aliran sungai.
Banyak pasangan muda menjadikan lokasi ini sebagai latar prewedding karena nuansanya yang alami dan romantis.
Selain keindahan fisik, Air Terjun Gitgit juga menyimpan kisah mistis yang dipercaya masyarakat setempat. Warga percaya bahwa tempat ini dihuni oleh roh penjaga alam.
BACA JUGA:Menjejak Puncak Cartenz: Keajaiban Salju Abadi di Tanah Papua
Karena itu, pengunjung diimbau menjaga sikap dan tidak mengucapkan kata-kata kasar. Konon, siapa pun yang melanggar bisa tersesat di jalur pulang atau kehilangan barangnya secara misterius.
Kepercayaan itu bukan sekadar mitos, melainkan wujud penghormatan terhadap alam. Bagi masyarakat Bali, setiap unsur alam memiliki roh yang harus dihormati.
Maka tak heran, sebelum dilakukan kegiatan besar di sekitar kawasan ini, warga sering menggelar upacara kecil sebagai bentuk permohonan izin kepada Sang Hyang Widhi.
Menariknya, kawasan Gitgit sebenarnya memiliki lebih dari satu air terjun. Selain yang paling terkenal, ada pula Air Terjun Campuhan Gitgit yang terdiri dari dua aliran air berdampingan, serta Air Terjun Mekalangan yang letaknya tak jauh dari lokasi utama.
BACA JUGA:Taman Nasional Aketajawe–Lolobata, Wisata Alam Eksotis di Jantung Halmahera
Masing-masing memiliki karakter berbeda dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Bagi pecinta petualangan, trekking ke beberapa titik sekaligus bisa jadi pengalaman seru. Rutenya menantang tapi aman, dengan pemandangan hutan dan sawah bertingkat yang memanjakan mata.
Di beberapa titik, wisatawan dapat berhenti untuk menikmati kopi robusta lokal yang disajikan oleh warga setempat di warung sederhana.
Setelah puas bermain air, wisatawan bisa mampir ke warung-warung di sekitar pintu masuk untuk mencicipi kuliner khas Bali Utara.
BACA JUGA:Keindahan Bukit Merese, Surga Hijau di Ujung Selatan Pulau Lombok
Menu seperti ayam betutu, sate lilit, hingga nasi jinggo selalu tersedia. Sementara bagi pecinta kopi, jangan lewatkan kesempatan mencicipi kopi Gitgit, hasil panen langsung dari kebun di lereng perbukitan sekitar. Aromanya kuat dengan cita rasa khas tanah vulkanik yang subur.