Air Terjun Gitgit, Pesona Alam Sejuk di Jantung Bali Utara

Minggu 19-10-2025,17:55 WIB
Reporter : Yayan Prantoso
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Di antara deretan wisata populer di Bali yang didominasi pantai dan pura, ada satu keajaiban alam yang tak kalah memikat — Air Terjun Gitgit, yang terletak di kawasan pegunungan Buleleng, Bali Utara. 

Suara derasnya air yang jatuh dari ketinggian berpadu dengan aroma tanah basah dan gemericik sungai di bawahnya, menciptakan harmoni alam yang menenangkan.

Bagi mereka yang ingin sejenak menjauh dari keramaian Kuta atau hingar-bingar Ubud, Gitgit menawarkan suasana lain dari Bali: lebih tenang, hijau, dan alami. Dikelilingi hutan tropis lebat, udara di kawasan ini terasa sejuk bahkan di tengah hari. 

Kabut tipis yang sesekali turun menambah kesan magis, seolah menyembunyikan rahasia alam yang telah dijaga berabad-abad oleh masyarakat sekitar.

BACA JUGA:Empat Kota Seru untuk Liburan Akhir Tahun

Air Terjun Gitgit berada di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Singaraja. Dari Denpasar, perjalanan memakan waktu sekitar dua jam dengan mobil atau sepeda motor. 

Jalan menuju lokasi relatif baik, meski berkelok dan menanjak karena melewati perbukitan. Begitu sampai di area parkir, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 15–20 menit untuk mencapai air terjun utama.

Perjalanan pendek itu justru menjadi bagian paling menyenangkan. Jalur setapak berpaving yang melintasi kebun kopi, cengkeh, dan kakao membuat suasana trekking terasa alami. 

Burung-burung bernyanyi dari balik pepohonan, sementara di kejauhan terdengar samar suara air jatuh yang kian lama makin jelas. 

BACA JUGA:Riung Gunung, ‘Swiss’-nya Bandung Selatan yang Memikat Wisatawan

Di sepanjang jalan, beberapa pedagang lokal menjual kerajinan tangan dan minuman segar — bentuk sambutan sederhana khas masyarakat Bali Utara.

Setibanya di lokasi, panorama Air Terjun Gitgit langsung memukau. Airnya mengalir deras dari ketinggian sekitar 35 meter, menabrak batu-batu besar di bawahnya sebelum membentuk kolam alami yang jernih. 

Butiran air yang memercik ke udara menciptakan kabut lembut yang menyejukkan kulit.

Di sekelilingnya, pepohonan tropis tumbuh lebat, seolah melindungi kawasan ini dari sentuhan modernitas. 

BACA JUGA:Deretan Pulau Eksotis di Aceh, Surga Tropis yang Wajib Dikunjungi

Kategori :