Sementara itu, kaum perempuan biasanya menyiapkan makanan dan minuman sebagai bentuk dukungan bagi para pekerja.
Terdapat dua cara dalam memindahkan rumah:
BACA JUGA:Makna dan Filosofi Erau Adat Kutai, Tradisi Kerajaan yang Tetap Lestari
- Didorong perlahan, apabila jarak lokasi baru tidak terlalu jauh.
- Diangkat bersama-sama, apabila jaraknya jauh atau kondisi tanah tidak memungkinkan untuk mendorong.
Sebelum proses dimulai, pemilik rumah akan mengosongkan isi rumah dari barang-barang yang mudah rusak atau berat.
Selain itu, dilakukan pula ritual adat dan doa bersama agar kegiatan berjalan lancar dan terhindar dari marabahaya.
Bagi masyarakat Bugis, rumah bukan sekadar bangunan, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang perlu dihormati.
BACA JUGA:Upacara Adat Badudus Mandaring: Ritual Penyucian Suci Masyarakat Dayak
Upacara Setelah Pemindahan
Setelah rumah berhasil dipindahkan, masyarakat akan mengadakan upacara lanjutan yang disebut “Maccera Bola”, yang berarti memberi darah pada rumah. Dalam upacara ini, seekor ayam disembelih dan darahnya dipercikkan ke tiang rumah sebagai simbol penyucian dan perlindungan.
Ritual ini diyakini dapat menjauhkan penghuninya dari bahaya dan membawa keberkahan di tempat baru. Maccera Bola juga menjadi wujud rasa syukur dan bentuk penghormatan terhadap rumah yang dianggap memiliki “jiwa”.
Dengan mengadakan upacara ini, masyarakat berharap agar kehidupan di rumah baru tetap damai, harmonis, dan penuh rezeki.
BACA JUGA:Pakaian Tradisional Suku Dayak Kalimantan Tengah
Nilai-Nilai yang Terkandung
Lebih dari sekadar tradisi fisik, Mappalette Bola menyimpan banyak makna sosial dan moral. Nilai utama yang tampak jelas adalah gotong royong.
Semua warga, tanpa memandang status sosial atau ekonomi, bersatu membantu keluarga yang sedang pindah.
Mereka bekerja bersama tanpa pamrih karena menganggap bantuan itu sebagai bagian dari kewajiban sosial.
BACA JUGA:Keindahan Tari Dadas dan Tari Bawo, Warisan Budaya Suku Dayak Kalimantan
Selain itu, tradisi ini juga mencerminkan kerendahan hati dan solidaritas. Tidak ada yang merasa lebih tinggi atau lebih penting dari yang lain.