Kini, dengan kemajuan teknologi, pengukuran detak jantung menjadi semakin mudah melalui jam pintar (smartwatch), gelang kebugaran (fitness tracker), atau monitor jantung digital yang menampilkan data secara real-time dan membantu memantau perubahan dari waktu ke waktu.
BACA JUGA:6 Makanan Alami yang Efektif Mencegah Rambut Rontok dan Menutrisi dari Dalam
Faktor yang Mempengaruhi Detak Jantung
Detak jantung seseorang tidak selalu sama sepanjang hari. Ia bisa berubah tergantung pada berbagai faktor internal dan eksternal. Berikut beberapa di antaranya:
1. Aktivitas Fisik
Saat berolahraga, jantung bekerja lebih keras untuk memasok oksigen tambahan ke otot-otot tubuh, sehingga detaknya meningkat. Setelah aktivitas selesai, detak jantung perlahan menurun kembali ke tingkat normal.
BACA JUGA:Manfaat Hati Ayam untuk Balita, Sumber Gizi Padat yang Mudah dan Murah
2. Kondisi Emosional dan Psikologis
Emosi seperti cemas, marah, atau takut dapat merangsang pelepasan hormon adrenalin yang memacu detak jantung. Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau yoga bisa membantu menurunkannya kembali.
3. Suhu Tubuh dan Lingkungan Sekitar
Ketika tubuh kepanasan atau mengalami demam, jantung akan berdetak lebih cepat untuk membantu tubuh mendinginkan diri dengan memperlancar aliran darah ke permukaan kulit.
BACA JUGA:Manfaat Telur Asin untuk Kesehatan, Jangan Remehkan Si Asin Gurih Ini!
4. Zat Stimulan (Kafein, Nikotin, dan Alkohol)
Minuman berkafein seperti kopi, teh, atau minuman energi, serta rokok dan alkohol, mengandung zat yang dapat meningkatkan denyut jantung secara sementara. Penggunaan berlebihan dalam jangka panjang dapat mengganggu ritme jantung.
5. Obat-obatan
Beberapa jenis obat — seperti beta-blocker — dirancang untuk memperlambat detak jantung, sedangkan obat dekongestan, stimulan, atau obat untuk gangguan tiroid justru dapat meningkatkannya.
BACA JUGA:Tari Burung Raja Udang: Simbol Kehidupan dan Keindahan Pesisir Jakarta Utara